Dari data Badan Ketahanan Pangan Kutai Timur, hasil sample menunukkan terdapat beberapa makanan jajanan anak sekolah di pedagang kaki lima yang positif mengandung bahan kimia berbahaya.
"Pedagang tidak boleh nakal memanfaatkan keadaan dengan tidak mementingkan kesehatan konsumen demi meraup keuntungan besar,†kata anggota DPRD Kaltim Dapil IV Kota Bontang, Kutim dan Berau itu.
Lebih lanjut, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna dan pengawet untuk bahan makanan dipakai agar makanan terlihat lebih menarik, tahan lama dan juga ekonomis.
Namun sayang, pedagang nakal menyampingkan kesehatan konsumen. Penggunanaan bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan keracunan makanan yang bersifat akut serta dampak akumulasi bahan kimia bersifat karsinogen yang merupakan menyebabkan masalah kesehatan bagi konsumennya.
Adapun bahaya kesehatan dari penggunaan bahan kimia berbahaya diantaranya dapat terjadi muntah, diare, lendir merah, konvulsi, dan depresi. Selain itu, tanda dan gejala kronis diantaranya nafsu makan menurun, gangguan dalam pencernaan, bingung dan bodoh, serta anemia, rambut rontok, dan kanker dengan konsumsi yang berlebih.
"Instansi atau dinas terkait harus segera memberikan teguran keras kepada para pedagang nakal dan melakukan pembinaan juga sosialisasi terhadap bahaya penggunaan bahan berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, orangtua wajib mengawasi juga memberikan pemahaman kesehatan, kebersihan terhadap kualitas makanan kepada anak ketika hendak membeli jajanan di sekolah," urai politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini. (Humas DPRD Kaltim/adv)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026