"Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya memang mengalami peningkatan, tetapi jika dibandingkan dengan September 2015, maka ekspor Kaltim mengalami penurunan sebesar 8,91 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim M Habibullah di Samarinda, Kamis.
Ekspor yang dihasilkan oleh Provinsi Kaltim sebesar 1,107 miliar dolar AS tersebut nilainya setara dengan Rp14,39 triliun, jika rata-rata 1 dolar AS sama dengan Rp13.000.
Nilai ekspor Kaltim pada September 2016 terdiri dari minyak mentah sebesar 51,55 juta dolar AS, hasil minyak 25,57 juta dolar AS, dan ekspor gas senilai 211,58 juta dolar AS.
Kemudian ekspor nonmigas yang di dalamnya termasuk batu bara dengan nilai 753,6 juta dolar AS, sedangkan ekspor nonmigas di luar batu bara dan penggalian antara lain kayu dan barang dari kayu atau arang dengan nilai 26 juta dolar AS.
Selanjutnya ekspor pupuk senilai 13 juta dolar AS, lemak dan minyak hewani atau nabati 10 juta dolar AS, bahan kimia anorganik 8,96 juta dolar AS, bahan kimia organik 3,87 juta dolar AS, ekspor reaktor nuklir, ketel, mesin, dan peralatan mekanis senilai 2,45 juta dolar AS.
Adapun negara tujuan ekspor migas, lanjut Habibullah, terbanyak ke Jepang dengan nilai 154,75 juta dolar AS, disusul Taiwan 51 juta dolar AS, Malaysia 25,57 juta dolar AS, Singapura 23 juta dolar AS, dan Tiongkok senilai 16,58 juta dolar AS.
"Sedangkan ekspor nonmigas antara lain ke India dengan nilai 204 juta dolar AS, Jepang 105 juta dolar AS, Korea Selatan 76,99 juta dolar AS, Taiwan 63,16 juta dolar AS, Filipina 47,79 juta dolar AS, Thailand 33,79 juta AS, dan Malaysia senilai 27,98 juta dolar AS," ucapnya. (*)
Pewarta: M Ghofar: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026