"Nilai ekspor dari Provinsi Kaltim yang selama Januari itu setara dengan Rp14,5 triliun jika 1 dolar AS sama dengan Rp13.000," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah dihubungi di Samarinda, Sabtu.
Ia menjelaskan penurunan nilai ekspor dipengaruhi menurunnya permintaan berbagai komoditas dari negara tujuan ekspor, baik komoditas migas maupun nonmigas.
Untuk ekspor minyak dan gas (migas) ke sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan pada Desember mencapai 455,55 juta dolar AS, tetapi pada Januari 2016 turun menjadi 370,8 juta dolar AS.
Kemudian ekspor nonmigas ke India, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, dan beberapa negara lainnya pada Desember 2015 senilai 852,83 juta dolar AS, namun pada Januari 2016 turun menjadi 746,11 juta dolar AS.
Berbagai komoditas yang diekspor Kaltim untuk kategori migas tersebut, rinciannya adalah minyak mentah senilai 61,5 juta dolar, hasil minyak 20,13 juta dolar, dan gas senilai 288,97 juta dolar AS.
"Sedangkan komoditas nonmigas yang diekspor Kaltim adalah lemak dan minyak hewani atau nabati senilai 29,16 juta dolar, bahan kimia anorganik 29,12 juta dolar, serta komoditas kayu dan berbagai barang dari kayu senilai 24,35 juta dolar AS," kata Habibullah.
Selanjutnya ekspor reaktor nuklir, ketel, mesin, dan peralatan mekanis senilai 1,58 juta dolar AS, aneka produk kimia 0,98 juta dolar AS, berbagai barang dari besi atau baja senilai 0,26 juta dolar AS, dan ekspor ikan, krustesea dan invertebrata air lain senilai 0,21 juta dolar AS. (*)
Pewarta: M Ghofar: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026