Samarinda  (ANTARA News) - Tokoh masyarakat Palaran dan pesisir Kalimantan Timur, Drs. Bachkruddinsyah, SH dan penceramah dari Jakarta, Said Abdurrahman Al-Hairid mengingatkan agar umat Islam di Kalimantan Timur mewaspadai berbagai upaya untuk memecah-belahkan kerukunan baik antargolongan, antarsuku, antarumat beragama maupun antarsesama muslim.

"Sekali terjadi perperpecahan maka butuh waktu, tenaga dan biaya untuk kembali memulihkan kerukunan itu, contohnya bisa kita lihat sendiri pada berbagai kasus konflik bernuangsa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) baik di tanah air maupun di negara lain," kata Bachkruddin saat membuka acara peringatan maulid Nabi Muhammad, SAW pada 2010 di Palaran, Minggu.

"Jadi sebuah kerukunan dan perdamaian harganya tak ternilai sehingga kita semua wajib menjaga dan mememiliharanya, khususnya bagi warga muslim Kaltim," ujar Bachkruddin yang juga sebagai pemarkarsa acara peringatan maulid yang dihadiri sedikitnya sekitar 900 jemaah dari sejumlah kelompok pengajian di Samarinda serta berbagai lapisan masyarakat di Kota Tepian itu.

Bachkruddin yang juga dikenal sebagai Ketua Kerukunan Putra-Putri Sangasanga itu menambahkan semua pihak perlu mewaspadai hal itu karena berbagai muslihat pasti digunakan untuk menciptakan instabilitas, termasuk menjual nama agama.

"Cara termudah untuk menciptakan perpecahan adalah adu domba. Pihak yang tidak bertanggung jawab itu mendorong agar dalam pergaulan sosial ada kelompok yang selalu merasa paling benar, sehingga dengan mudah selalu menyalahkan kelompok lain sehingga lahirlah benih-benih pertikaian horizontal di masyarakat," katanya.

Warga Kaltim diharapkan bukan saja harus mewaspadai berbagai isu peka terkait sentimen kesukuan dan agama  namun juga dari berbagai isu lain, misalnya mengekploitasi masalah kemiskinan dan penggangguran agar tercipta krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

Hal senada disampaikan Said Abdurrahman Al-Hairid yang menyatakan bahwa acara peringatan maulid Nabi jadi momentum bagi seluruh umat Islam agar selalu menjaga kerukunannya baik sesama muslim maupun dengan umat lain seperti teladan yang ditunjukan Rasul semasa hidupnya.

"Perdamaian adalah modal paling besar dalam melaksanakan berbagai program pembangunan, kalau negara kita kacau, bagaimana mungkin para investor berani menanamkan modalnya," kata penceramah yang sering mengisi acara agama pada salah satu stasiun tV swasta itu.

Camat Palaran, Yuliansyah memberikan apresiasi terhadap tokoh Palaran dan pesisir Kaltim yang memperkarsai acara itu karena dinilai memberikan banyak dampak positif terhadap daerahnya, terutama dalam memotivasi warga agar terlibat aktif dalam pembangunan, mengingat kawasan itu akan menjadi daerah pertumbuhan baru terkait adanya beberapa proyek besar seperti pembangunan Jambatan Palaran, Pelabuhan dan TPK (Terminal Peti Kemas) Palaran dan rencana pembangunan rumah sakit kerjasama antara RSUD Samarinda dengan sebuah RS Singapura.

Acara peringatan maulid Nabi Muhammmad SAW itu selain diisi dengan cemarah dari Said Abdurrahman Al-Hairid, juga oleh seorang penceramah dari Kaltim, yakni H. Anang Syahranie.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026