Arif saat dihubungi di Bontang, Jumat, menjelaskan proyek pipa induk distribusi air PDAM di Jalan Api-Api (Bontang Utara) senilai Rp5,1 miliar dan Jalan Cumi-Cumi serta Bete-Bete (Bontang Selatan) Rp2,1 miliar itu gagal dilelang, setelah Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Dinas PU dan Bapedda Kaltim.
"Kami Kecewa, lagi-lagi perjuangan DPRD untuk membangun fasilitas dan distribusi air bersih itu kandas di tengah jalan, karena belum dilelang. Sedangkan waktu pelaksanaan sudah mepet dan ini berpotensi silpa lagi," kata Arif.
Kondisi ini, menurut Arif, membuktikan kualitas sumber daya manusia di PDAM Tirta Taman lemah, karena seharusnya Pemkot Bontang bisa membaca peluang itu, apalagi proyeknya telah dianggarkan dalam APBN 2015.
Meskipun demikian, proyek pekerjaan pipa induk yang melayani distribusi air bersih ke pelanggan khususnya di dua kelurahan tersebut sampai saat ini belum ada tanggapan pemkot Bontang, karena Komisi II masih melakukan koordinasi di DPU dan Bappeda Pemprov Kaltim.
"Sepulang dari Samarinda, kita akan mengagendakan pembahasan masalah ini untuk mengklarifikasi kenapa dan bagaimana proyek APBN itu sampai gagal dieksekusi," ujarnya. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026