Hadir dalam pertemuan yang berlangsung Selasa (15/9) tersebut, unsur pimpinan DPRD Bontang yakni Etha Rimba Paemboenan dan Faisal (keduanya wakil ketua) serta beberapa anggota, perwakilan ormas dari KNPI, Muhammadiyah, NU, dan kepemudaan serta elemen lainnya.
"Kita berharap ada jalinan komunikasi yang baik antara DPRD dengan jajaran ormas," kata Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris, saat memimpin pertemuan.
Ia mengatakan DPRD sebagai lembaga politik tetap mendukung penuh perhelatan pilkada serentak. "Kita minta kalangan ormas untuk bersatu padu menyatukan persepsi dalam mendukung dan menyukseskan pilkada," tambahnya.
Agus Haris menambahkan pesta demokrasi lima tahunan itu membutuhkan dukungan segenap elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
"Inilah tujuan digelarnya pertemuan kali ini. Selain menjalin silahturahmi, kita juga berharap kalangan ormas, kepemudaan dan tokoh agama untuk saling bergandeng tangan menyukseskan pilkada," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal menegaskan tahun ini adalah tahun politik yang diramaikan dengan perhelatan pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia.
"Kita berharap kalangan ormas dan kepemudaan ikut menyambut pesta demokrasi itu, dengan tetap menjaga kondusifitas dan keamanan Kota Bontang," ujarnya.
Sementara beberapa kalangan ormas yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik diselenggarakannya pertemuan dan silahturrahmi seperti ini.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, sejumlah ormas mengusulkan untuk segera melakukan ikrar damai kepada segenap organisasi kemasyarakat di Kota Bontang sebagai pernyataan mendukung dan menyukseskan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah secara serentak Desember mendatang.
"Terkait pilkada, kita berharap ada forum yang mewadahi kalangan ormas atau etnis membuat ikrar untuk menjaga kondusifitas. Pada dasarnya kami sepakat menjaga Bontang untuk tetap aman dan kondusif," ujar perwakilan Etnis Dayak Bontang. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.