Sesayap (ANTARA News) - Kelemahan infrastruktur menjadi persoalan utama tidak hanya dirasakan masyarakat namun juga aparat pemerintah dalam melaksanakan berbagai kegiatannya di Kabupaten Tana Tidung (KTT),  sehingga Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengingkat agar persoalan itu segera dituntaskan.
 
Dilaporkan di Sesayap, Kamis bahwa kondisi infrastruktur yang memprihatinkan itu mendapat perhatian besar dari Gubernur Awang Faroek saat melakukan kunjungan kerja ke utara Kalimantan Timur untuk meninjau pembangunan Jalan Lintas Kalimantan di Kaltim.

Kondisi lemahnya infrastruktur di KTT itu, bukan hanya prasana dan sarana perhubungan namun juga keterbatasan kantor-kantor pemerintah.
  
Kondisi lemahnya infrastruktur itu tidak terlepas dari keberadaan Kabupaten Tanah Tidung karena menjadi daerah termuda di Kaltim yang baru dimekarkan dari Kabupaten Bulungan sekitar tiga tahun silam sesuai UU Nomor 33 Tahun 2007.
  
"Saya berharap agar Pak Undunsyah (Bupati KTT) mengutamakan pembangunan infrastruktur karena infrastruktur merupakan sarana penting untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian," kata Awang.
 
Ia menambahkan bahwa , sebagai kabupaten paling bungsu di Kaltim yang diresmikan pada 2007, gubernur menilai bahwa merupakan hal wajar daerah itu masih tertinggal dengan daerah lain.
  
Namun, Awang optimistis  bahwa ke depan, KTT  akan mampu mengejar ketertinggalannya dengan kabupaten lainnya.

"Untuk mampu mengejar ketertingalan itu, maka bupati setempat harus  memiliki komitmen kuat dalam memajukan daerah, apalagi di KTT masih  banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan. Di antaranya sumber daya  alam di sektor pertambangan dan energi," imbuh dia.
 
Potensi lain yang juga bisa dikembangkan adalah lahan masih luas   sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan perkebunan atau   pertanian.
 
Potensi lain yang ia sebutkan, yakni kinerja perekonomian juga mengalami pertumbuhan   positif setelah daerah itu resmi menjadi kabupaten baru. Di samping juga terjadinya peningkatan daya saing produk   pertanian.
 
"Khusus infrastruktur,  yang perlu diutamakan adalah   jalan, kemudian infrastruktur lain yang mampu menunjang   peningkatan ekonomi, misalnya infrastruktur bidang pertanian dalam  arti luas, dan yang tak kalah pentingnya adalah infastruktur bidang  pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Awang menambahkan bahwa  dengan tercukupinya infrastruktur jalan di KTT, maka daerah itu dipastikan bisa lebih maju dengan cepat karena berbagai  produk dari masyarakat, baik di bidang pertanian, perkebunan,  perikanan dan lannya memiliki akses untuk dipasarkan ke daerah lain.
  
"Keberadaan infrastruktur yang memadai pula,  maka akan banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya sehingga daerah itu  akan bisa tumbuh lebih cepat, bahkan bisa jadi lebih cepat dari yang diprediksi," katanya.

Gubernur juga menyarankan kepada Bupati KTT Undunsyah agar segera membangun pusat  pemerintahan di satu kawasan agar bisa lebih mudah dalam memberikan   pelayanan kepada masyarakat.
 
"KTT merupakan daerah baru yang belum memiliki kantor tetap untuk  sejumlah dinas, badan dan lainnya. Alangkah baiknya jika perkantoran itu dipusatkan di suatu kawasan untuk mempermudah pelayanan," katanya.
 


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026