Bontang (ANTARA Kaltim) - Peralatan CT-Scan milik RSUD Taman Husada Bontang mengalami kerusakan dalam beberapa hari terakhir, sehingga pasien yang harus mendapat penanganan dengan alat tersebut terpaksa  dirujuk ke Rumah Sakit PKT Bontang.

Nasir, salah satu keluarga pasien, yang ditemui di Bontang, Rabu, mengaku harus mengeluarkan biaya sekitar Rp1,7 juta untuk melakukan sekali pemeriksaan organ dalam di RS PKT, karena peralatan di RSUD tidak berfungsi.

"Sewaktu ayah saya masuk UGD RSUD Bontang, dokter menyarankan untuk melakukan CT-Scan di Rumah Sakit PKT karena penyakitnya ​tidak bisa didiagnosa dan harus dilakukan penindakan," ujar Nasir, warga Desa Telukpandan, Kabupaten Kutai Timur.

Menurut ia, biaya CT-Scan di RSUD Bontang sebenarnya lebih murah, tetapi keluarganya tidak punya pilihan lain.

"Kita ini orang kecil, kalau jumlah segitu untuk scan tentu sangat memberatkan. Apalagi kami hanya memakai jaminan surat keterangan tidak mampu," tambahnya.

Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Bontang Arif yang mendapat laporan soal kerusakan CT-Scan itu, mendesak pemkot untuk segera memperbaiki peralatan rumah sakit yang rusak, agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

"Memang dari hasil penelusuran Pansus P2APBD beberapa waktu lalu ditemukan peralatan CT-Scan RSUD Taman Husada tidak berfungsi. Oleh karena itu, kita merekomendasikan agar pemkot setempat segera melakukan perbaikan atau mengganti dengan alat yang baru," ujarnya.

Arif juga menyayangkan RSUD Bontang sebagai badan layanan umum daerah yang hingga saat ini masih menyisakan piutang senilai Rp16,11 miliar per 31 Desember 2014.

"Ini membuktikan manajemen RSUD yang berubah status menjadi BLUD dalam mengelola rumah sakit. Untuk itu, kami merekomendasikan agar pemkot mengevaluasi kinerja direktur RSUD," tambahnya. (Adv/*)


Pewarta: Irwan
: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026