Ketua KPU Samarinda Ramaon Dearnov Saragih di Samarinda, Selasa, mengatakan kedua partai tersebut mendaftarkan calonnya sekitar pukul 15.00 wita, dengan menghadirkan kedua calon yang diusung dan menyerahkan berkas persyaratan.
"Kami masih melakukan verifikasi berkas keduanya baik berkas pencalonan, maupun berkas calonnya sendiri, namun secara resmi kami telah menerima berkas pendaftaran koalisi partai tersebut," kata Ramaond.
Dengan adanya pendaftar baru di masa perpanjangan pendaftaran ini dikatakan Ramaond bahwa KPU Samarinda telah menerima dua pendaftar resmi sebagai kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota pada Pilkada Samarinda 2015.
"Sampai saat ini berarti sudah ada dua calon yakni Pasangan Saharie Jaang-Nursyiwan Ismail yang disuung oleh Partai Demokrat, Nasdem dan PKS, dan satunya pasangan Mudiyat Noor-Iswandi yang diusung oleh Partai PDI-P dan Hanura,"jelas Ramaon.
Ia mengatakan bahwa KPU Samarinda kembali akan melanjutkan tahapan di Pilkada Samarinda ini menindak lanjuti proses pencalonan yang telah memenuhi syarat untuk dilanjutkannya Pilkada serentak di Indonesia ini.
Dalam waktu dekat Ramaon mengatakan bahwa akan melakukan tes kesehatan sebagai bagian verifikasi berkas persyaratan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Samarinda.
"Karena kami termasuk tujuh daerah yang terkendala masalah maka kami akan bekerja lebih optimal lagi agar tahapan Pilkada bisa berjalan dan tidak molor lagi, kami menjadwalkan 13 Agustus ini sudah masuk pemeriksaan atau tes kesehatan,"jelasnya.
Sementara itu Partai Golkar sebagai pemegang kursi terbanyak di DPRD Samarinda dengan sembilan kursi akhirnya tidak mendaftarkan calonnya ke KPU Samarinda.
Sejumlah kader partai Golkar dan koalisinya memang sempat berada di Gedung KPU Samarinda untuk melakukan pemantauan sejak siang hari, namun hingga batas pendaftaran ditutup oleh KPU Samarinda tak satupun petinggi partai koalisi tersebut mengisi daftar hadir pendaftaran.
Berdasarkan informasi Partai Golkar dan Koalisinya yakni Partai Gerindra dan PAN mundur dari proses pendaftaran karena salah satu pasangan calon yakni Jaffar Abdul Gaffar-Dayang Donna Faroek menyatakan mundur sebagai kandidat. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.