Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur M Taufik Fauzi mengaku, kelanjutan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda secara keseluruhan berjalan lancar.

"Sampai hari ini kelanjutan pembangunan tol terus berjalan terutama untuk paket 1. Sedangkan untuk paket 2, hingga paket 5 semua tahapan dan prosesnya tetap berjalan baik untuk menuju kontrak pembangunan," ujarnya di Samarinda, Rabu.

Untuk pekerjaan pada paket 1 misalnya, lanjut dia, pembangunan di paket 1 ini sepanjang 22,05 kilometer dengan nilai pekerjaan Rp1,5 triliun dari APBD Kaltim, sudah hampir dua bulan berjalan lancar sejak ditandai dengan syukuran awal pelaksanaan kegiataannya pada 20 Mei 2015.

Kemudian untuk paket 5 sepanjang 11,05 km yang akan dibiayai dana pinjaman LUN China senilai 65 juta AS, saat ini sedang dalam proses pra kualifikasi dan ditargetkan pada Oktober 2015 sudah dilakukan kontrak.

Selanjutnya pada paket 2, 3, dan paket 4 sepanjang 65,06 km yang rencananya dibiayai pihak swasta dengan pola kerja sama public private partnership atau gabungan pemerintah-swasta juga sudah dalam proses.

Menurutnya, semua tahapan untuk paket 2 hingga paket 4 tersebut sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan maupun Bappenas, sedangkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memprogramkan akan memproses lelang mulai pertengahan agustus 2015, sehingga pada Mei 2016 ditarget sudah dilakukan kontrak.

Dia melanjutkan, pembangunan tol Balikpapan-Samarinda bahkan sudah masuk dalam jaringan pembangunan Jalan Tol Nasional yang dicanangkan total sepanjang 1.000 km, sehingga jalan tol di Kaltim tersebut mendapat restu dari pemerintah pusat.

Pekerjaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kaltim saat ini adalah menyelesaikan penyempurnaan gambar kegiatan secara detail, atau sesuai dengan detail engenering detail (DED).

"Kami targetkan DED tol Balikpapan-Samarinda sudah diserahkan pada Agustus 2015, terutama mengenai desain ulang kegiatan yang melintasi jalan tambang maupun bekas galian tambang, karena di linatasan itu harus ada jalan/jembatan yang melewati bekas galian tambang batu bara," kata Taufik. (*)

Pewarta: M Ghofar
: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026