Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera mendatangkan sebanyak 11.000 ekor sapi brahman cross dari Australia untuk dikembangkan di daerah ini.

"Saat ini proses pengadaan sapi brahman cross dari Australia masih dalam proses lelang. Saya berharap dalam waktu dekat sudah ditetapkan pemenangnya sehingga dari 30.000 sapi untuk Indonesia, sebanyak 11.000 ekor di antaranya untuk Kaltim dapat direalisasikan," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur Dadang Sudarya di Samarinda, Kamis.

Hal itu dikatakan Dadang kepada rombongan Menteri Industri Primer dan Perikanan Northern Territory, Negara Bagian Australia, Willem Westra van Holthe saat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim.

Sebanyak 11.000 ekor sapi bibit untuk Kaltim tersebut terdiri atas 1.100 ekor sapi jantan atau 10 persen, 9.900 ekor atau 90 persen sapi betina, dan terdapat 4.950 ekor atau 50 persen merupakan sapi bunting.

Dalam kesempatan itu, Menteri Industri Primer dan Perikanan Northern Territory (NT) menawarkan kerja sama pendampingan pengembangan peternakan sapi bibit, sehingga Dadang berharap kerja sama dapat segera direalisasikan dan dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas peternak dan peralatan rumah potong hewan.

Dadang juga berharap agar untuk tahun anggaran 2016, Kaltim kembali mendapat jatah pengadaan sapi indukan yang anggarannya dari APBN karena pemerintah pusat sudah mendukung program 2 juta ekor sapi yang ditetapkan Pemprov Kaltim.

Dalam kesempatan, Ruben Tumade yang mewakili Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, berharap partisipasi Pemerintah NT menunjuk konsultan untuk melaksanakan program pembibitan sapi di Kaltim.

Apalagi sapi dari Australia sudah sering didatangkan ke Kaltim dan hasilnya cukup bagus untuk dikembangkan, sehingga program ini diharapkan dapat terus berjalan untuk memenuhi kecukupan permintaan daging sapi di Kaltim yang masih tinggi. Bila perlu Kaltim bisa memasok kebutuhan sapi ke luar daerah. (*)

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026