Samarinda (ANTARA) - Tim gabungan penanggulangan bencana harus berjibaku selama hampir delapan jam untuk mengendalikan dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas lebih kurang 8,5 hektare di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (8/9).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim Rusmadi di Samarinda, Rabu, menyampaikan bahwa operasi pemadaman di lapangan berlangsung intensif sejak pukul 13.30 hingga 21.10 WITA.
Titik kobaran api tersebut melanda kawasan Kampung Batu-Batu di Kecamatan Gunung Tabur serta Kampung Kasai di Kecamatan Pulau Derawan.
"Upaya pemadaman dilakukan secara sinergis oleh tim gabungan yang terdiri atas personel Brigdal Karhutla KPHP Berau Utara, BKO Polda Kaltim, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Kementerian PU, serta unsur pendukung lainnya," urai laporan kejadian dari Dinas Kehutanan Kaltim.
Tim gabungan di lapangan, kata dia, dihadapkan pada tantangan topografi yang bervariasi dari datar hingga berbukit, dengan material bahan bakar alami yang sangat mudah tersulut berupa pohon, semak belukar, dan hamparan pakis.
Untuk menaklukkan api yang menyebar, petugas memaksimalkan berbagai sarana prasarana, meliputi mobil slip on, truk tangki air, mesin pompa mark-3, hingga pengerahan drone untuk memantau pergerakan titik panas dari udara.
Di sisi lain, merespons maraknya titik api di wilayah Berau, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin menegaskan bahwa instansinya telah mengambil langkah tanggap darurat guna memitigasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Jaya Mualimin menjelaskan bahwa kombinasi cuaca panas dan paparan debu asap karhutla telah memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim di kisaran 10 hingga 20 persen.
"Bantuan logistik, termasuk masker, telah dikirimkan ke wilayah terdampak seperti Berau dan Paser. Kami juga telah menyiagakan tim krisis kesehatan yang terus bekerja memantau peningkatan kasus-kasus penyakit di lapangan, khususnya ISPA," tegas Jaya.
Sinergi tangguh antara aparat pemadam di lapangan dan kesiapsiagaan sektor kesehatan ini, tambah dia, menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam menanggulangi bencana sekaligus melindungi keselamatan dan ruang hidup masyarakat Kalimantan Timur dari ancaman kabut asap.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.