Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat sinergi lintas sektor guna mematangkan dokumen usulan penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Geopark Nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Selasa (8/9), mengatakan bahwa proses verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sebelumnya berjalan dengan baik dan lancar berkat keterlibatan aktif masyarakat.
"Setelah adanya penetapan sebagai taman bumi, harus ada agenda, program kerja, serta ekspos yang berkelanjutan terhadap kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat," ujar Sri Wahyuni saat membuka FGD Pembahasan Hasil Verifikasi Lapangan dan Tindak Lanjut Usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat di Kantor Gubernur Kaltim.
Sri menegaskan sinergi antarpihak perlu terus dilanjutkan, terutama dengan pemerintah kabupaten yang wilayahnya masuk dalam kawasan geopark. Dukungan tersebut dinilai penting agar pengelolaan kawasan dapat berjalan secara kolektif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Komitmen serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said yang mengatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mengawal proses menuju penetapan status nasional tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim Puji memaparkan sejumlah pembaruan dalam dokumen usulan.
Salah satu perubahan signifikan adalah revisi luasan kawasan yang kini menjadi 26.642,11 kilometer persegi (km2).
Selain itu, jumlah geotrail bertambah dari 12 menjadi 13 jalur. Kawasan tersebut kini mencakup 26 situs warisan geologi, 13 situs keragaman hayati, delapan situs keragaman budaya, serta 19 situs destinasi menarik.
Tema Geopark Sangkulirang-Mangkalihat juga disempurnakan. Dari yang sebelumnya mengangkat tema pertemuan Gondwana dan Sundaland, kini dikembangkan menjadi “Ketika Daratan dan Lautan Bertemu”.
Ketua Tim Kerja Warisan Geologi dan Geopark Pusat Geologi Badan Geologi KESDM Aries Kusworo selaku tim verifikasi yang hadir secara daring, mengapresiasi keseriusan Pemprov Kaltim.
Namun, Aries mengingatkan bahwa dengan wilayah yang sangat luas, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat berpotensi menjadi geopark terluas kedua di Indonesia setelah Raja Ampat.
Oleh karena itu, tata kelola yang merata menjadi tantangan utama, ujar dia.
"Dengan cakupan yang luas, tentu pengelolaan menjadi perhatian penting. Jangan sampai ada ketimpangan dalam pengelolaan kawasan. Fokus pengelolaan dan keterlibatan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” kata Aries.
Penetapan sebagai Taman Bumi Nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kekayaan geologi, hayati, dan budaya, tetapi juga menjadi momentum menjaga warisan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan melalui penguatan kolaborasi yang berkelanjutan.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.