Samarinda (ANTARA News) -  Harga berbagai jenis beras di Kota Samarinda (Kaltim) mengalami lonjakan diperkirakan dampak dari terhambatnya pasokan dari Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi karena cuaca buruk yang membahayakan keselamatan pelayaran.
    
"Harga beras memang mengalami lonjakan. Diduga karena pasokan dari Surabaya, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mengalami hambatan akibat cuaca buruk," kata salah seorang agen beras di Pasar Segiri, Roy di Samarinda, Senin.
    
Umumnya lonjakan harga beras per kilogram Rp500 namun ada beberapa jenis, khususnya beras berkualitas bisa lebih tinggi kenaikannya.
    
"Sejak sepekan terakhir, harga beras tidak stabil dan cenderung terus naik. Beras yang biasa saya jual Rp6.000 sekarang Rp6.500 dan yang paling mahal Rp7.000 naik menjadi Rp7.500 per kilogram," ujar dia.
    
Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras sudah berlangsung sebelum Natal 2009.
    
"Kenaikannya tidak tanggung-tanggung sebab beras merek Mawar yang biasa kami jual ke pedagang Rp138.000 naik menjadi Rp157.000 per karung ukuran 25 kilogram," kata pedagang lain membenarkan, Amir, yakni pemilik Toko Hikmah di Pasar Segiri tersebut.
    
Beras Kelapa yang biasanya dijual Rp168 naik Rp185 per karung. Beras Raja Lele juga naik hingga Rp15.000 dari Rp185 menjadi Rp200 ribu per 25 kilogram.
     
Selain pengaruh pasokan yang terhambat, lonjakan juga karena tingginya permintaan konsumen terkait perayaan Natal dan tahun baru.
     
Terbukti, bukan hanya beras yang mengalami kenaikan namun juga berbagai jenis bahan kebutuhan pokok juga melonjak. Misalnya, gula pasir yang biasanya dijual Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
    
"Harga gula mulai naik sebelum Natal dan sampai sekarang belum stabil," kata Yanto Gozali, seorang dstributor beras dan pemilik Toko Subur Jaya.

Pria yang tercatat menjadi salah satu korban musibah kebakaran di Pasar Segiri beberapa waktu mengungkapkan bahwa meskipun harga gula naik namun stok masih tersedia.
   
"Stok gula tetap tersedia, hanya saja harganya yang terus berubah. Harga minyak goreng curah ukuran satu setengah liter yang sebelumnya Rp13.000 sekarang menjadi Rp14.000 per liter," ujar dia.
    
"Kami juga biasa beli dari agen Rp150 ribu per jerigen ukuran 20 liter sekarang harganya menjadi Rp160 ribu. Bahkan, minyak goreng curah sempat habis di pasaran menjelang tahun baru," ujar Yanto Gozali.
    
Kelompok sayur-mayur juga mengalami lonjakan, bahkan untuk cabe mengalami lonjakan mencapai 300 persen. 
    


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026