Samarinda (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melakukan pendampingan tata kelola limbah terhadap puluhan fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan kelestarian lingkungan setempat
"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 20 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang mengajukan berkas terkait pendampingan pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kota Samarinda Agus Mariyanto di Samarinda, Rabu.
Pemerintah daerah bersedia memberikan pembinaan tersebut merespons banyaknya keluhan serta surat permintaan bantuan dari para pengelola dapur yang kesulitan menangani limbah mereka.
"Yayasan pengelola dapur MBG tersebut diketahui menghadapi berbagai permasalahan pelik terkait penanganan limbah padat, sisa minyak lemak, hingga pembuangan air limbah kotor," jelas Agus.
Sebenarnya, terang dia, aturan baku dari Kementerian Lingkungan Hidup telah terbit pada 2025 dan pedoman turunan Badan Pengelola Nasional dikeluarkan pada 2026.
Akibat ketidaksesuaian dengan standar lingkungan yang ditetapkan, sebanyak sebelas dari total lima puluh lima dapur SPPG di wilayah Samarinda terpaksa ditutup sementara.
Melalui upaya pendampingan ini, DLH memfokuskan penguatan pada sistem penyaringan limbah padat dan minyak lemak secara optimal sebelum air sisa buangan dialirkan masuk ke dalam IPAL.
"Seluruh pengelola dapur MBG juga diwajibkan mematuhi aturan lingkungan dengan rutin melakukan pemantauan serta melaporkan hasil uji laboratorium terkait kualitas air limbah setiap tiga bulan sekali," ungkap Agus.
Pihaknya mengakui adanya tantangan terkait sarana IPAL karena sejumlah lokasi dapur berada di kawasan padat permukiman warga.
"Dengan begitu kami menegaskan SPPG untuk melakukan pengelolaan IPAL yang ketat agar air buangan tidak memberikan dampak yang merugikan lingkungan kota," tegas Agus.
Dia menekankan bahwa meskipun penyediaan makanan bergizi ini merupakan program prioritas pusat, seluruh pihak penyelenggara tetap dituntut memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar area operasi.
Total SPPG yang beroperasi di Samarinda berjumlah 55 dapur. Saat ini, ada 11 SPPG di Samarinda yang dihentikan sementara untuk melakukan perbaikan terkhusus IPAL dan pengurusan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026