Samarinda (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur memberi pelatihan penanganan produk perkebunan bagi kelompok tani di empat daerah pada tahun 2026 guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan optimalisasi sarana pascapanen.
"Tahun ini kami laksanakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan juga bimbingan teknis terkait penggunaan sarana prasarana," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim Taufiq Kurrahman di Samarinda, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan bahwa pelatihan bagi gabungan kelompok tani ini diambil karena pemerintah kerap menemukan kasus Gapoktan penerima bantuan alat pascapanen tidak memahami cara pengoperasian maupun perawatan fasilitas tersebut.
Pelatihan pertama yakni program bimbingan teknis dengan fokus pada edukasi pemanfaatan sarana pengolahan perkebunan komoditas kopi luwak yang berlokasi di wilayah Marangkayu.
Kemudian, lanjut Taufik, pada pelatihan kedua ditujukan untuk masyarakat kawasan Karang Joang di Kota Balikpapan dengan bimbingan teknik pengolahan mesin bubuk lada hingga strategi pemasaran komoditas tersebut.
Program pengembangan keahlian ketiga difokuskan pada inovasi pengolahan kelapa menjadi keripik bernilai ekonomis bagi kelompok tani pada Paser Belengkong dengan lokasi pelaksanaan di wilayah Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Adapun agenda peningkatan kapasitas petani yang keempat menargetkan para pelaku usaha komoditas aren di Desa Teluk Singkama Kecamatan Sangatta Selatan untuk lebih memahami teknik pengolahan dan strategi pemasaran gula aren.
"Melalui pelatihan tersebut, memudahkan kami menetapkan target penyusunan pangkalan data terkait penyebaran fasilitas pascapanen serta mesin pengolahan di tingkat kelompok tani seluruh Kalimantan Timur," kata Taufiq.
Dalam hal distribusi hasil perkebunan, pemerintah daerah juga terus mendorong agar pemasaran produk olahan kebun ini dapat berjalan lebih maksimal melalui pemanfaatan gerai Toko Kebun Kaltim.
Menurut Taufiq, Kalimantan Timur sejatinya memiliki tujuh komoditas perkebunan andalan yang memiliki prospek menjanjikan untuk pasar ekspor, yakni kelapa sawit, karet, lada, kelapa, kakao, kopi dan aren.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026