Kutai Kartanegara (ANTARA) - Pihak pengelola Museum Negeri Mulawarman di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur telah menyiapkan lebih dari lima ribu koleksi peninggalan bersejarah untuk menyambut pengunjung pada masa libur Lebaran.
"Tahun ini, Museum Mulawarman terus berupaya menghadirkan inovasi, baik dari segi penyajian informasi maupun penguatan pengalaman pengunjung," kata Kepala Tata Usaha UPTD Museum Negeri Mulawarman Kalimantan Timur Sugiyono Ideal di Tenggarong, Kamis.
Museum pelestari warisan masa lalu ini menyajikan ribuan koleksi berharga yang meliputi benda etnografi, arkeologi, historika, keramik, serta ragam kebudayaan lokal Kalimantan Timur.
"Seluruh koleksi pusaka tersebut terus dirawat secara berkala dan dikembangkan sebagai wujud nyata pelestarian budaya asli daerah kepada masyarakat luas," papar Sugiyono.
Lanjut dia, para pengunjung dapat menyaksikan langsung beberapa peninggalan yang paling diminati seperti Singgasana Kesultanan Kutai, aneka keris kuno, dan patung mitologis Lembuswana.
"Koleksi-koleksi ikonik tersebut selalu memancarkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena sarat akan nilai sejarah, landasan filosofi, serta estetika visual yang begitu memukau," ungkapnya.
Baca juga: Museum Kayu Tuah Himba, menyingkap wasiat hutan Kalimantan
Selain mengagumi pusaka peninggalan masa lalu, kata Sugiyono, para penggunjung juga diajak untuk merasakan langsung kemegahan suasana masa kejayaan melalui arsitektur asli bekas istana kesultanan.
Guna memaksimalkan layanan wisata, petugas secara rutin menyempurnakan tata pamer dan memperjelas narasi sejarah melalui penulisan label koleksi yang jauh lebih informatif.
"Pengaturan alur lalu lintas di area pameran juga ditata ulang sedemikian rupa agar para rombongan pengunjung bisa menikmati setiap sudut sejarah dengan tertib dan aman," cakap Sugiyono.
Imbuh dia, peningkatan standar kebersihan serta penambahan personel turut menjadi prioritas pihaknya dalam mengantisipasi kedatangan ribuan wisatawan harian selama musim liburan.
"Melalui berbagai pembaruan tata pamer ini, pengunjung museum kini tidak hanya sekadar memandang benda mati, melainkan diajak untuk menyerap wawasan sejarah budaya yang dikandungnya," demikian Sugiyono.
Museum warisan Kesultanan Kutai ini juga memadukan peninggalan masa lalu dengan teknologi digital mutakhir guna menciptakan ruang edukasi publik yang semakin inklusif.
Baca juga: Museum Samarinda pamerkan wahana edukatif sejarah-budaya kota
