Samarinda, (ANTARA News) - Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) kini kian menjadi salah satu objek wisata paling diminati oleh masyarakat Samarinda dan sekitarnya, apalagi saat musim libur sekolah, lebaran, natal, dan tahun baru.

Dilaporkan di Samrinda, pekan ini pada hari libur, termasuk Sabtu dan Minggu ribuan pengunjung memadati kebun raya
yang memiliki luas 300 hektar ini. 

Jumlah pengunjung yang mendatangi objek wisata ini sudah mencapai belasan ribu orang per hari padahal sebelumnya pada beberapa tahun lalu untuk mencapai 5.000 orang saja sangat sulit. Diperkirakan jumlah pengunjung meningkat 15 persen setiap tahun.

"Jumlah pengunjung akan kian meningkat pada musim libur panjang, khususnya libur sekolah dan lebaran bisa mencapai 40.000 orang per hari," kata salah seorang petugas penjaga tiket masuk.

Apa daya tarik KRUS ketimbang obyek wisata lain ? ternyata kawasan itu bukan hanya untuk berwisata namun juga memiliki unsur pendidikan karena terdapat berbagai jenis tanaman asli dan langka di Kalimantan, serta terdapat berbagai jenis satwa yang
sebagian terancam punah.

Di kawasan itu, misalnya pengunjung bisa melihat pohon-pohon langka, seperti ulin dan bangkirai.

Selain itu, terdapat berbagai jenis satwa yang sebagian tergolong langka, antara lain, orangutan, uwauwa, rusa sambar, beruang, macan dahan, serta berbagai jenis burung dan unggas.

"Karena ada unsur pendidikan itu, maka saya tempat ini menjadi pilihan kami sekeluarga untuk berlibur, yakni agar anak-anak mencintai lingkungan serta mengenal berbagai jenis satwa dan tumbuhan khas Kalimantan," kata Rusli, warga Dr. Soetomo
Samarinda.

Bukti bahwa kawasan itu kini terus mendapat perhatian, yakni dari  kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak sekitar 100 persen atau kini sekitar Rp151,5 Juta.

Krus

merupakan kebun raya terbesar di Indonesia Timur dan terdiri dari tiga zona, yakni area fasilitas rekreasi seluas 61 hektare (ha), zona konservasi 135 ha dan zona koleksi pengayaan alam tumbuhan dan satwa seluas 101 ha.

Selain itu, KRUS juga memiliki koleksi 250 jenis flora yang lengkap, baik sebagai pusat pendidikan ilmiah maupun tempat rekreasi wisata. Kawasan wisata itu, sebelumnya merupakan hutan penelitian JICA (Japan) bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.  

Pada beberapa musim kemarau panjang, sejumlah lokasi ikut menjadi korban kebakaran hutan dan lahan misalnya pada 1982, 1992 dan 1998 sehingga lahan-lahan kritis itu kini disulap menjadi tempat wisata, misalnya dijadikan tempat permainan anak, kolam serta taman satwa langka. 

Berkunjung ke KRUS berarti menyaksikan sebagian kecil hutan Kalimantan yang kaya jenis kayu dan tanaman hias. Pada kawasan ini pengunjung akan dengan mudah melihat berbagai jenis satwa asli Kalimantan yang terancam punah antara lain, orangutan (Pongo pygmaeus), rusa sambar, uwa uwa serta berbagai jenis burung dan unggas langka misalnya burung enggan dan ayam
hutan.

Selain itu, terdapat jenis pohon yang terancam punah antara lain ulin (kayu besi), bangkirai serta damar. Kelebihan obyek wisata ini karena hanya berjarak sekitar 20 kilometer arah utara Samarinda sehingga warga mudah menjangkaunya.  

Kemudahan lainnya, pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat atau dua langsung bisa masuk lokasi wisata yang berjarak beberapa ratus meter dari jalan raya Lintas Kalimantan di Kaltim pada Poros Utara, Samarinda-Bontang itu. (*)



:

COPYRIGHT © ANTARA 2026