Samarinda (ANTARA) - Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggalakkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) untuk mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mewujudkan keluarga berkualitas.
Penggalakan program ini terus dilakukan di semua kabupaten/kota di Kaltim, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui pengendalian penduduk dan perencanaan keluarga yang berkelanjutan.
"Program Bangga Kencana juga berfokus pada percepatan penurunan stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PR kita sekarang adalah menurunkan angka stunting yang masih di atas 20 persen," kata Kepala BKKBN Provinsi Kaltim Nurizky Permanajati di Samarinda, Kamis.
Terkait dengan penurunan angka stunting, salah satu yang dilakukan saat ini adalah melakukan mitigasi terhadap 109.342 keluarga risiko stunting dengan melibatkan banyak pihak, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
Keterlibatan banyak pihak merupakan hal yang menjadi perhatian karena diyakini semakin banyak pihak yang terlibat, maka target akan lebih cepat dan lebih mudah dicapai, untuk mewujudkan generasi cerdas 2045.
"Melalui kerja sama lintas sektor dan pentahelix atau melibatkan lima unsur yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media, maka masing-masing pihak akan menjalankan tugas sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, baik terkait hal teknis maupun edukasi," katanya.
Dalam hal ini, peran media massa adalah melakukan edukasi dan informasi, diantaranya terkait 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), sehingga ibu hamil maupun ibu menyusui bisa memahami bagaimana menjaga makanan yang dikonsumsi memenuhi gizi sejak anak dalam kandungan sampai usia 2 tahun agar anak tidak stunting.
Sementara itu, jumlah keluarga di Provinsi Kaltim berdasarkan data 2024 sebanyak 875.586. Dari jumlah ini terdapat 109.342 keluarga berisiko stunting dengan beragam permasalahan, seperti tidak memiliki jamban layak dan sumber air minum layak.
Selain itu, pihaknya juga menggalakkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yakni dengan target sasaran Genting Kaltim tahun ini sebanyak 7.490 keluarga yang diberikan intervensi bantuan baik nutrisi maupun non-nutrisi.
"Sedangkan untuk penggalakan program Bangga Kencana, kami terus melakukan ke semua kabupaten/kota yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, seperti dirangkai dengan pameran (expo mini), Sekolah Siaga Kependudukan, program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dan lainnya," kata Nurizky.
