"Sebelumnya SMK Bhakti Loa Janan di Kutai Kartanegara memang sudah masuk daftar sekolah yang akan melakukan UN berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT), tetapi karena ada masalah interen, kemudian sekolah itu dicoret oleh Puspendik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Musyahrim di Samarinda, Rabu.
Kini, lanjut dia, masalah interen itu sudah bisa diselesaikan, bahkan pihak sekolah sudah mendatangkan kekurangan komputer yang dibutuhkan, termasuk telah menambah kapasitas internet untuk mengunduh materi UN CBT tiga hari sebelum UN berlangsung pada 13 April.
Terkait dengan itu, maka dia menilai bahwa SMK Bhakti Loa Janan telah siap melakukan UN CBT, bahkan para siswa di sekolah itu juga sudah dua kali melakukan uji coba, sehingga tidak ada lagi yang perlu diragukan atas kemampuannya menggelar UN CBT di sekolah tersebut.
Secara resmi, Dinas Pendidikan Kaltim pada Rabu (8/3) ini juga telah mengirimkan surat kepada Puspendik, yakni meminta kepada Puspendik Kemendikbud agar mengembalikan nama SMK Bhakti Loa Janan di daftar sekolah penyelenggaran UN CBT karena selain fasilitas yang lengkap, pihak sekolah dan para siswa juga menghendaki UN CBT di sekolah itu tetap digelar.
Musyahrim juga mengatakan, jadi atau tidaknya SMK Bhakti Loa Janan menggelar UN CBT, hal itu tergantung pada Puspendik karena penyelenggara UN adalah Puspendik.
"UN dilakukan berbasis komputer atau berbasis lembar jawaban kertas bukan permasalahan mendasar karena tidak akan mengganggu pelaksanaan UN. Jika SMK Bhakti Loa Janan bisa UN CBT itu bagus karena sesuai dengan permintaan sekolah. Jika batal juga tidak masalah karena UN dengan lembar jawaban kertas juga tetap bisa dilangsungkan," ujarnya.
Namun demikian, dia tetap berharap agar sekolah itu dikabulkan Puspendik melakukan UN CBT, karena di Kabupaten Kutai Kartanegara hanya SMK itu yang merupakan satu-satunya sekolah yang disiapkan menjalani UN CBT, sehingga ke depan bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain di kabupaten setempat.(*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.