Pelaksanaan kurban tahun ini menjadi ajang untuk menumbuhkan nilai-nilai keikhlasan dan kebersamaan, baik antarpetugas maupun warga binaan
Balikpapan (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan menjadikan pelaksanaan kurban Idul Adha 1446 Hijriah sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan di lingkungan internal petugas pemasyarakatan maupun para warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Pelaksanaan kurban tahun ini menjadi ajang untuk menumbuhkan nilai-nilai keikhlasan dan kebersamaan, baik antarpetugas maupun warga binaan,” kata Kepala Lapas Balikpapan Edy Susetyo, di sela pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Jumat (6/6).
Menurut Edy, kurban tidak hanya menjadi ritual keagamaan tahunan, tetapi juga memiliki makna sosial dan pembinaan yang penting, terutama dalam membentuk karakter dan empati di lingkungan lapas.
Ia menyampaikan, pada Idul Adha tahun ini Lapas Balikpapan menerima total sepuluh ekor sapi kurban yang disumbangkan oleh berbagai pihak, termasuk dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud.
“Sebagian lagi berasal dari dermawan yang enggan disebutkan namanya. Kami berterima kasih atas kepedulian semua pihak,” ujarnya.
, Edy menilai pelaksanaan kurban di Lapas Balikpapan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan institusi pemasyarakatan dalam memperingati hari besar keagamaan dengan penuh makna dan manfaat sosial.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi tradisi yang memperkuat nilai kemanusiaan di balik tembok lapas,” tutur Edy.
Penyembelihan lima ekor sapi dilaksanakan pada Jumat (6/6), dan sisanya akan dilakukan keesokan harinya, Sabtu (7/6).
Proses ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Kurban sekaligus Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Mustofa.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian penyembelihan berjalan dengan lancar. Kami lakukan secara gotong royong bersama warga binaan,” kata Mustofa.
Ia menjelaskan, daging dari lima ekor sapi yang disembelih hari pertama didistribusikan untuk konsumsi para WBP secara bergiliran dalam beberapa hari ke depan.
Sementara lima sapi lainnya yang akan disembelih pada Sabtu, akan dialokasikan untuk keluarga warga binaan yang melakukan kunjungan, pegawai Lapas, dan masyarakat sekitar.
“Kami ingin semua pihak merasakan manfaat dari kurban dan Ini bentuk kepedulian dan kebersamaan,” tambah Mustofa.
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya mempererat solidaritas internal, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran nilai sosial dan religius bagi para warga binaan.
“Semua ini bagian dari pendekatan pembinaan kami. Meski tidak secara formal disebut sebagai pembinaan spiritual, semangat gotong royong dan berbagi ini adalah bagian penting dari proses membentuk karakter positif,” imbuhnya.
Pewarta: Muhammad Solih JanuarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026