Surplus itu diperoleh dari hasil ekspor sejumlah komoditas ke beberapa negara tujuan dengan nilai 19,84 miliar dolar, kemudian impor Kaltim dari negara penghasil dengan nilai 6,53 miliar dolar,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur pada Januari-September 2014 mengalami surplus sebesar 13,31 miliar dolar AS, atau sekitar Rp146,41 triliun apabila kurs 1 dolar AS rata-rata sama Rp11 ribu.

"Surplus itu diperoleh dari hasil ekspor sejumlah komoditas ke beberapa negara tujuan dengan nilai 19,84 miliar dolar, kemudian impor Kaltim dari negara penghasil dengan nilai 6,53 miliar dolar," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Aden Gultom di Samarinda, Kamis.

Dia mengatakan bahwa perdagangan luar negeri merupakan kegiatan ekonomi yang sangat berperan penting dalam menunjang pembangunan bangsa, yakni dari kegiatan ekspor akan diperoleh devisa yang merupakan salah satu sumber dana untuk membiayai pembangunan.

Sedangkan dari kegiatan impor, maka akan diperoleh bahan baku atau barang modal yang diperlukan dalam pembangunan baik untuk daerah maupun secara nasional.

Ia mengatakan berbagai komoditas yang diekspor Kaltim antara lain bahan bakar mineral, kayu dan barang dari kayu, lemak dan minyak hewani, bahan kimia anorganik, pupuk, ikan dan lainnya.

Komoditas yang paling banyak diekspor Kaltim, kata dia, adalah bahan bakar mineral baik berupa migas maupun non migas. Komoditas ini nilai ekspornya mencapai 18,34 miliar dolar AS.

Rincianya adalah ekspor minyak dan gas (migas) senilai 8,48 miliar dolar, kemudian ekspor non migas senilai 9,86 miliar dolar AS.

Apabila dilihat neraca perdagangan pada 2013 hingga 2014 dalam periode yang sama, maka nilai ekspor bahan bakar mineral dari Kaltim mengalami penurunan 15,64 persen, yakni pada Januari-September 2013 nilai ekspornya mencapai 21,75 miliar dolar AS.

Jepang dan India menjadi negara tujuan ekspor tertinggi bagi Kaltim selama Januari-September, baik berupa migas maupun non migas, yakni ekspor migas ke Jepang senilai 2,8 miliar dolar AS, sedangkan ekspor non migas ke India senilai 2,56 miliar dolar AS.

Sedangkan komoditas yang diimpor Kaltim dari beberap negara penghasil antara lain bahan bakar mineral berupa migas dan non migas dengan nilai 5,32 miliar dolar AS. Terdiri migas sebesar 5,31 miliar doar dan non migas senilai 5,3 juta dolar.

Untuk komoditas migas, negara penghasil yang paling banyak diimpor oleh Kaltim adalah Azerbaijan dengan nilai 1,9 miliar dolar, dari Malaysia senilai 645 juta dolar, dari Korea Selatan dengan nilai 557 juta dolar, dan dari Singapura senilai 392 juta dolar AS.    (*)

Pewarta: M Ghofar
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026