Samarinda (ANTARA Kaltim) – Musibah kebakaran di Kaltim menjadi laten karena selalu terjadi menjelang dan pada saat bulan Ramadan. Hal tersebut mengundang keprihatinan Anggota DPRD Kaltim Encik Widyani.

Karena itu ia mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap berbagai aktivitas yang rentan menimbulkan bencara kebakaran.
“Saya menyerukan kepada seluruh masyarakat luas terutama para pedagang pasar tradisional, pengelola, maupun instansi terkait untuk mewaspadai terjadinya kebakaran yang terjadinya bisa dimana dan kapan saja,” kata Encik.

Khusus pedagang, agar berhati-hati dalam penggunaan bahan bahan yang dapat menimbulkan kebakaran maupun yang mudah terbakar. Hal sekecil apapun yang dapat menimbulkan kebakaran baiknya diantisipasi.
 
Ia menambahkan, masyarakat agar memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing, karena instalasi yang semrawut dan sudah lama hendaknya segera diperbaiki dan diganti oleh yang ahli.

“Untuk itu pemerintah daerah terutama bisa menghidupkan lagi dan membentuk barisan relawan kebakaran (Balakar) di lingkungan masing-masing. Hal ini sangat penting dalam mengatasi dan mengantisipasi terjadinya musibah kebaran yang besar,”ujar Encik.

Politisi asal Golkar itu menambahkan pemerintah seharusnya bisa memperbaiki pipa yang dihubungkan ke suplai air terutama di jalan untuk menarik air dari saluran utama untuk memadamkan api atau hidran diwilayah masing-masing.

“Yang paling penting dari itu semua adalah dengan membangun tingkat kewaspadaan kita semua terhadap segala sesuatu yang bisa menimbulkan bencana kebakaran. Terutama memasak ketika sahur agar bisa mengecek lagi kompor atau obat nyamuk bakar,” tutur Encik.(Humas DPRD Kaltim/adv/bar/dhi/met)   




Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026