Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menjadwalkan bahwa UN untuk SMA dan SMK akan digelar pada 14 hingga 16 April, ini berarti gelaran UN dilaksanakan setelah Pemilu berlangsung,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Timur H Musyahrim mengatakan Ujian Nasional (UN) 2014 atau tahuan ajaran 2013/2014 akan digelar setelah Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif pada 9 April 2014.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menjadwalkan bahwa UN untuk SMA dan SMK akan digelar pada 14 hingga 16 April, ini berarti gelaran UN dilaksanakan setelah Pemilu berlangsung," ucap Musyahrim di Samarinda, Selasa.

Musyahrim yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Asli Nuryadin mengatakan, pelaksanaan UN setelah Pemilu itu akan berdampak positif bagi siswa, yakni agar mereka tidak terpengaruh dengan hingar bingar politik karena proses pemungutan suaranya sudah berlalu.

Sedangkan UN untuk tingkat SMP dan yang sederajat akan digelar setelah UN SMA, yakni dijadwalkan pada 5 hingga 8 Mei 2014, sementara untuk tingkat SD tidak ada UN, namun kegiatan semacam cukup dilaksanakan oleh masing-masing sekolah.

Ditanya tentang berapa kisaran jumlah peserta UN SMA dan SMA pada 2014, dia belum bisa mengekspos karena data sementara yang dimasukkan baru sekitar 50 persen akibat dari sistem secara nasional yang belum berfungsi.

Belum berfungsinya sistem secara nasional itu, menurut dia, akibat adanya pemekaran wilayah dari Provinsi Kaltim yang menjadi dua provinsi, yakni Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

"Akibat adanya pemekaran daerah itu, maka sistem kode juga berubah, sedangkan pihaknya sendiri belum mendapatkan kode provinsi yang baru dari Kemendikbud, sehingga belum bisa masukkan entry data siswa calon peserta UN 2014," ujarnya.

Namun, katanya, jumlah peserta UN untuk SMA dan SMK diestimasi mengalami kenaikan sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.

Pada 2013 atau tahun ajaran 2012/2013, jumlah peserta UN SMA/MA di Kaltim dan Kaltara sebanyak 23.184 siswa, terdiri 10.489 laki-laki dan 12.695 perempuan. Mereka tersebar di 352 sekolah, yakni 166 sekolah negeri dan 186 sekolah swasta.

Jurusan IPA di semua sekolah sebanyak 10.244 siswa, peserta dari jurusan IPS sebanyak 12.526 siswa, jurusan bahasa 278 siswa dan jurusan agama 136 siswa.

Sementara peserta UN jenjang SMK negeri dan swasta sebanyak 20.412 siswa, terdiri 11.413 laki-laki dan 8.999 perempuan. Peserta tersebut tersebar di 197 SMK, yakni sekolah negeri 76 unit dan swasta 121 unit.

Untuk siswa negeri terdapat 11.979 orang yang terdiri 6.267 siswa dan 5.712 siswa. Sementara peserta UN dari SMK swasta terdapat 8.433 orang, terdiri 5.146 siswa dan 3.287 siswi.   (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026