Kita bersyukur dalam empat atau lima bulan terakhir ini tidak pernah terdengar lagi kasus perampokan terhadap nelayan-nelayan di Pulau Sebatik yang menangkap ikan di wilayah perbatasan,"
Nunukan (ANTARA Kaltim) - Komandan Pengkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan, Kalimantan Utara, Letkol Laut Bayu Ignatius mengklaim bahwa dalam lima bulan terakhir tidak pernah lagi terjadi perampokan terhadap nelayan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Kita bersyukur dalam empat atau lima bulan terakhir ini tidak pernah terdengar lagi kasus perampokan terhadap nelayan-nelayan di Pulau Sebatik yang menangkap ikan di wilayah perbatasan," katanya di Nunukan, Jumat saat acara "Ngobrol-ngobrol dengan Insan Pers" di Markas Kodim 0911/Nunukan.

Ia mengakui, sebelumnya pihaknya seringkali mendapatkan laporan dari masyarakat soal peristiwa perampokan yang dialami saat menangkap ikan di wilayah perbatasan perairan di sekitar Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Pada setiap aksinya, katanya, para pelaku perampokan yang menggunakan senjata api laras panjang, menutupi wajahnya dengan topeng kemudian mengancam korbannya dan merampas hasil tangkapan serta mengambil seluruh peralatan perahu seperti mesin dan alat komunikasi.

Namun dalam lima bulan terakhir ini, menurut Bayu, pihaknya tidak pernah mendapatkan laporan sehingga disimpulkan tidak pernah lagi terjadi perampokan terhadap nelayan di daerah itu.

Ia mengatakan, tidak terjadinya peristiwa perampokan tersebut tidak terlepas dari sinergitas aparat kepolisian dengan jajaran TNI yang bertugas di Kabupaten Nunukan selama ini.

Bayu mengatakan, sesuai pengamatan yang dilakukannya terkait peristiwa perampokan di wilayah perbatasan dimulai dari daratan dan berakhir di daratan, sehingga memantapkan koordinasi dengan Polres Nunukan untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

"Tidak adanya lagi peristiwa perampokan terhadap nelayan di Pulau Sebatik atas kerja sama dan sinergitas yang terjalin antara kepolisian dan TNI di Kabupaten Nunukan ini," katanya.

Untuk itu, kata dia, siskamling ini akan terus diupayakan dan dimaksimalkan perannya dengan berupaya membangun pos kamling pada setiap rukun tetangga (RT) baik di Pulau Sebatik maupun di Pulau Nunukan.

Ia mempertegas kembali peristiwa perampokan yang terjadi daerah itu diduga kuat dilakukan oleh warga yang mengetahui aktivitas nelayan tersebut.   (*)

Pewarta: M Rusman
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026