Bukan hanya itu, rapat paripurna tersebut terpaksa harus molor selama 1,5 jam dari jadwal semula sebab beberapa anggota DPRD terlambat datang.
Bahkan, Wakil Bupati Penajam Paser Utara Mustaqim MZ serta puluhan pejabat terpaksa harus menunggu di ruang sidang paripurna yang awalnya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita.
Staf DPRD Penajam Paser Utara harus membuka kembali tata tertib (tatib) mengenai pelaksanaan paripurna yang menyebut bahwa paripurna bisa dilaksanakan jika dihadiri 2/3 dari 25 anggota DPRD.
Setelah menunggu cukup lama, sejumlah anggota DPRD mulai hadir yang langsung mendapat tepuk tangan sejumlah undangan yang hadir.
Setelah 16 anggota DPRD hadir, Wakil Ketua DPRD Sudirman didampingi Wakil Ketua Jon Kenedy kemudian langsung membuka rapat paripurna tersebut.
Sekretaris Dewan Firmansyah kemudian membacakan daftar hadir yang menyebut rapat paripurna tersebut hanya dihadiri 16 anggota DPRD sementara sembilan orang termasuk Ketua DPRD Nanang Ali tidak hadir.
Sebelum memulai rapat paripurna, Wakil Ketua DPRD Sudirman terlebih dahulu membacakan tatib DPRD.
Menurut Sudirman, rapat paripurna tidak perlu dihadiri 2/3 anggota karena bukan mengambil keputusan.
“Ini hanya mendengarkan penyampaian raperda dari pemerintah dan bukan pengambilan keputusan. Makanya perlu saya bacakan kembali tatib DPRD,†tegasnya.
Sementara, dalam rapat paripurna tersebut Mustaqim MZ menyampaikan penjelasan raperda RPJMD dan nota keuangan APBD 2014.
Mustaqim menyatakan, dalam APBD 2014 mendatang jumlah pendapatan mencpai Rp1,5 triliun dan mengalami kenaikan Rp79 miliar lebih dari APBD Perubahan yang mencapai Rp1,420 triliun.
Lenaikan pendapatan tersebut, kata Mustaqim disebabkan karena dana perimbangan tahun depan mengalami kenaikan Rp1,167 triliun atau naik sekitar Rp51 miliar.
“Tapi, PAD kita mengalami penurunan menjadi Rp34,497 miliar, padahal pada 2013 mencapai Rp60,828 miliar,†ungkapnya.
Sedangkan untuk belanja 2014, tambah Mustaqim, mencapai Rp1,5 triliun.
Besaran belanja tersebut, mengalami penurunan dalam APBD 2013 yang mencapai Rp1,746 trilun atau turun Rp245,542 miliar.
“Tapi untuk APBD tahun depan, tidak terjadi defisit dan diharapkan bisa dipertahankan dalam pembahasan nantinya,†ujarnya. (*)
Pewarta: Bagus PurwaEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.