Dan hal yang paling fundamental untuk menjadi caleg yang merupakan cita-cita dari idealisme saya agar dapat berbakti kepada masyarakat dan memberikan manfaatBalikpapan (ANTARA Kaltim) - Para calon legislatif (caleg) yang maju dalam pemilihan legislatif merupakan bagian dari cita-cita organisasi dan prestasi tersendiri, serta harus bermanfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh caleg dari Partai Golongan Karya (Golkar), Andi Arief Agung yang menduduki nomor urut 5 masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) kecamatan Balikpapan Tengah.
"Ini pertama kali saya menjadi caleg dari Partai Golkar, pertama kali masuk Partai Golkar pada tahun 2008 saat ini menjabat sebagai Ketua Kecamatan Balikpapan Tengah," kata Andi Agung di Balikpapan, Rabu.
Motivasinya saat memasuki partai berlambang pohon beringin ini salah satunya karena faktor keluarga yang merupakan keluarga besar Partai Golkar, katanya.
Bahkan ibunda Andi Agung, Andi Suharti saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Balikpapan dari Partai Golkar berada di Komisi III.
"Dan hal yang paling fundamental untuk menjadi caleg yang merupakan cita-cita dari idealisme saya agar dapat berbakti kepada masyarakat dan memberikan manfaat," kata Andi Agung saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Balikpapan periode 2011 - 2013.
Dijelaskan bahwa paling prinsip dalam proses Pemilu bukan saat pemilihan yang instan, namun yang paling berat adalah amanat dari masyarakat yang tanggung jawabnya besar.
"Cita-cita saya bila terpilih adalah mempresentasikan harapan masyarakat terutama di Daerah Pemilihan (Dapil), meskipub hal itu berat karena partai politik berdasarkan kolektifitas bukan perorangan," kata Andi Agung.
Sementara itu Caleg baru lain dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yakni Debi yang masuk dalam DCT Dapil 6 Balikpapan Utara pada urutan nomor 1.
"Motovasi menjadi caleg tentunya dari hati nurani untuk mensejahterakan rakyat, khususnya di Dapil Balikpapan Utara," kata Debi.
Menurut dia saat ini banyak caleg yang sudah jadi legislator kurang memperhatikan warganya. Dan hanya memberikan janji-janji saja.
"Sekarang ini, saya juga berusaha mengubah pemikiran masyarakat untuk tidak memilih caleg yang menggunakan cara-cara kotor, seperti melakukan serangan fajar. Meskipun hal tersebut tetap saja tidak terbukti," kata Debi. (*)
Pewarta: Susylo AsmalyahEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.