Samarinda(ANTARA Kaltim)-Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ahmad Abdullah mengatakan pengelolaan beasiswa Cemerlang Kaltim sudah dilakukan dengan baik, mengingat sistem yang digunakan berbasis tekhnologi dan pencairan beasiswanya dilakukan secara langsung ke pendaftar.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi dengan Dinas Pendidikan dan Tim Pengelola Beasiswa, Kamis (15/8) kemarin.

"Masalah yang menyeruak di masyarakat adalah adanya isu ada permainan antara pengelola beasiswa, anggota dewan dan dewan pendidikan. Inilah yang harus diluruskan, ini sudah fitnah namanya. Saya jamin beasiswa tersalur ke yang berhak," ungkap politisi PKS ini.

Senada, Yakob Ukung juga menyatakan proses yang sedang berjalan ini telah terstandar, transparan dan terbuka, terbukti data-data dapat dilihat di website beasiswa.

"Banyak pertanyaan dari masyarakat, contohnya saja ada mahasiswa yang berkas kelengkapan sudah terpenuhi namun tidak mendapatkan beasiswa, " tutur Wakil Ketua Komisi IV, Encik Widyani.

Pertanyaan ini langsung disambut pihak Diknas yang diwakili Basmen yang menuturkan penyeleksian telah dilakukan dengan sangat ketat, dari 50.000 pendaftar disaring kembali menjadi 22.213 pendaftar. Ttemuan dilapangan, banyak pendaftar yang lengkap berkasnya namun saat dilakukan verifikasi di perguruan tinggi asalnya tidak terdaftar, ini juga yang memperlambat proses.
 
“Mengenai anak didik kita yang tidak lolos, kemungkinan pada saat mengisi formulir ada pilihan yang tak sesuai atau salah mengisi. Tidak ada perlakuan khusus, semua sama," ungkapnya. (Humas DPRD Kaltim/dit/dhi)







Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026