"Pembangunan yang diskriminasi yang dilakukan pemerintah pusat, terutama infrastruktur jalan lintas Kaltim yang tidak kunjung baik, bisa menimbulkan lahirnya separatis," katanya di Sangatta, Kutai Timur, Senin, di sela acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 DPD KNPI Kutai Timur.
Ia menilai, kondisi jalan lintas Kaltim, yang menghubungkan Samarinda, Kutai Timur dan Berau seperti kubangan kerbau. "Ini yang bisa melahirkan gerakan separatis Kaltim seperti Papua dan NAD," kata Yunus Nusi.
Sebelumnya, Minggu (9/6), Yunus Nusi membuka Musda ke-5 DPD KNPI Kutai Timur.
Pembukaan Musda Ke 5 DPD KNPI Kutai Timur itu juga dihadiri Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, Dandim 0909/SGT Letkol Husni Mubarak, Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P) Sigit Santoso, Kapolres AKBP Budi Santoso, dan ratusan peserta.
Ia mengatakan, Kaltim dengan kekayaan alam yang luar biasa dan kontribusi yang begitu besar kepada negara, tetapi apa yang dinikmati rakyat Kaltim sangat jauh dari yang diharapkan.
Ditegaskannya, batu bara sebentar lagi akan habis, minyak dalam waktu terbatas akan habis, dan kayu sudah habis ditebang.
Sedangkan kondisi jalan mulai sampai Samarinda sangat jelek, bahkan kalau ditempuh sama jauhnya kalau kita ke Sumatera atau ke Papua.Kantor bupati dan DPRD jalannya seperti kubangan kerbau juga.
Kaltim, ujarnya, merupakan provinsi penyumbang devisa terbesar, bahkan hutannya menjadi paru-paru dunia untuk menjaga keseimbangan dunia.
Tetapi infrastruktur bangunan jalan sangat tidak sesuai dengan apa yang disumbangkan kepada negara bahkan kepada dunia sekalipun. Oleh karena itu, tegasnya, diskriminasi seperti itu harus segera dihentikan.
"Kami sudah cukup bersabar dengan diskriminasi ini,karena masyarakat Kaltim sangat ingin kedamaian dan menikmati kesejahteraan dan melihat pembangunan jalan yang indah dan mulus seperti di Pulau Jawa. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026