Kami siap sekolahkan mereka sampai S3. Universitas Mulawarman (Unmul) jiga memiliki jurusan kelautan dan nanti akan kita ajak untuk kerjasama. Yang jelas kami prioritaskan putra-putri PPU
Penajam (ANTARA Kaltim) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan membangun Indonesian Marine Science and Technology Park (IMSTep) di kawasan industri Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebagai pusat penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Puspitek) di bidang kelautan.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan hal tersebut ketika menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama Kemenristek dengan Pemerintah Kabupaten PPU, tentang penelitan dan pengembangan ilmu teknologi di bidang kelautan di aula Kantor Bupati PPU, Senin.

Gusti Muhammad Hatta menyatakan, pusat penelitian kelautan sudah ada dibeberapa daerah di Indonesia. Namun, IMSTep di PPU nantinya sebagai pusat penelitian kelautan di Indonesia , yang pembangunannya akan dimulai tahun 2015 dan ditargetkan rampung 2019 mendatang.

"PPU ini merupakan pusatnya di Indonesia. Makanya masyarakat PPU harus bersyukur karena menjadi pusat penelitian kelautan di Indonesia. Pembangunan pusat penelitian ini belum masuk anggaran di APBN, tapi direncanakan tahun 2015, anggaran untuk pembangunan fisik sudah bisa dianggarkan," jelasnya.

Gusti Muhammad Hatta mengaku, belum mengetahui besaran anggaran untuk pembangunan IMStep tersebut. Anggaran pembangunan bukan hanya dari Kemenristek, namun beberapa instansi terkait juga akan mengalokasikan anggaran pusat penelitian tersebut.

"Kalau berbicara mengenai anggaran kami belum tahu berapa besarannya, Tapi tahun 2015 sudah akan dianggarkan. Anggaran juga nanti tidak hanya dari Kemenrinstek tapi beberapa instansi terkait seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga akan alokasikan anggaran di pusat penelitian ini," katanya.

Gusti Muhammad Hatta mengungkapkan, IMSTep di PPU bukan hanya untuk penelitian, namun juga bisa digunakan untuk kursus dan training. Selain itu, juga sebagai pusat unggulan, karena akan melakukan produksi dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

"Pusat penelitian kelautan bukan hanya untuk para peneliti di Indonesia, namun juga Internasional. Sehingga akan memberikan dampak yang cukup besar, bagi kemajuan PPU," ujarnya.  

Menurut Gusti Muhammad Hatta, pemilihan PPU sebagai pusat penelitian kelautan di Indonesia sudah melalui proses penelitian yang dilakukan para ahli.

Selain itu, Kemenristek juga akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut putra-putri PPU untuk di sekolahkan.

"Kami siap sekolahkan mereka sampai S3. Universitas Mulawarman (Unmul) jiga memiliki jurusan kelautan dan nanti akan kita ajak untuk kerjasama. Yang jelas kami prioritaskan putra-putri PPU," tegasnya.

Keberadaan pusat penelitian kelautan tersebut, tambah Gusti Muhammad Hatta, jangan sampai masyarakat PPU hanya menjadi penonton.  Untuk itu, putra-putri yang ingin sekolah bisa mendaftar dan akan dilakukan kerjama dengan Unmul.

"Saya tidak mau warga PPU ini menjadi penonton di kampungnya sendiri. Makanya kami ingin rekrut mereka untuk kemudian disekolahkan supaya bisa menjadi peneliti. Kemenristek mempersilahkan bagi putra-putri untuk sekolah bukan hanya di Jawa namun sampai di luar negeri," jelasnya.

Sementara itu, penandatangan kesepakatan Kemenristek dengan Pemkab PPU, tentang penelitan dan pengembangan ilmu teknologi di bidang kelautan dilakukan oleh Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi (Sesmenristek) Hari Purwanto dengan Wakil Bupati Mustaqim MZ.

Dalam acara penandatanganan, juga disaksikan Menristek Gusti Muhammad Hatta, Ketua DPRD Nanang Ali, Plt Sekkab Abdul Zaman dan Kepala Balitbang  Kaltim Halda Arsyad. Hadir pula Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Strategis Agus Puji Prasetyo, Asdep Produktivitas Riset Iptek Masyarakat  Anwar Dawardi. (*)


Pewarta: Bagus Purwa
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026