Selain sampah mudah ditemukan kualitas udara juga tergolong buruk. Polusi udara membuat meningkatnya penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menanggapi permasalahan ini, Anggota Komisi IV Yakob Ukung memaparkan dirinya turut prihatin dengan meningkatnya penderita ISPA di Samarinda.
Menurutnya butuh kesadaran dari semua aspek dan elemen masyarakat untuk ikut mengurangi polusi udara di Samarinda.
Ia mencontohkan Samarinda perlu memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) supaya polusi bisa berkurang serta menertibkan pertambangan liar yang ada di Samarinda.
Data dari Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Samarinda, sekitar 70 persen warga Samarinda terkena ISPA. Rata-rata penderita ISPA adalah anak-anak.
Penyebabnya adalah pola hidup yang kurang baik, kurangnya gizi serta polusi udara yang kian parah.
Faktor-faktor tambahan yang ikut menyumbang tingginya pengidap ISPA di Samarinda adalah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan maraknya kegiatan pertambangan liar di Samarinda.
"Untuk mengatasi ini semua dibutuhkan keseriusan pemerintah. Bukan hanya bicara, tapi benar-benar action di lapangan dan action pada kebijakan," katanya. (Humas DPRD Kaltim/adv/adi/met)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.