Berdasarkan fakta di lapangan, banjir yang berulang-ulang yang mengakibatkan ratusan hektare sawah terendam disebabkan belum terintegrasinya jaringan irigasi,"
Tana Paser ( ANTARA Kaltim) - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Paser, H.Irma Jaya, meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat mendesain ulang jaringan  irigasi yang terintergrasi untuk mencegah terulangnya banjir yang merendam ratusan hektare sawah.

"Berdasarkan fakta di lapangan, banjir yang berulang-ulang yang mengakibatkan ratusan hektare sawah terendam disebabkan belum terintegrasinya jaringan irigasi," kata Irma Jaya, Rabu.

Curah hujan yang cukup tinggi selama tiga bulan terakhir di wilayah Kabupaten Paser menyebabkan ratusan hektare sawah di Kecamatan Pasir Belengkong terendam.

Berdasarkan pantauan pantauan HKTI Paser lanjut Irma Jaya, banjir yang merendam sawah padi juga terjadi di Kecamatan Long Kali.

Daerah yang terendam tesebut antara lain, hamparan Selibah, Rawa Angkang, Kelurahan Longkali, Desa Sebakung Makmur, Sebakung Taka dan hamparan di Seburung Desa Sebakung.

"Hamparan sawah di wilayah Sebakung awalnya satu kesatuan, sehingga penataanya harus terintegrasi," kata Irma Jaya.

Selama tiga tahun terakhir lanjut Irma Jaya, HKTI Kabupaten Paser sudah sering  memantau banjir yang melanda kawasan persawahan maupun kawasan tambak.

Banjir yang merendam kawasan tambak menurut dia terjadi akibat air kiriman dari kawasan Rintik, Gunung Makmur dan Sungai Telake.

"Ini terjadi saat curah hujan tinggi. Petani tambak di Desa Meruat harus membendung volume air sebab jika tidak ratusan hektare tambak mereka bisa terendam. Selain pembenahan irigasi, konflik kepentingan untuk mengendalikan kebutuhan air juga harus diintegrasikan," ungkapnya.
 
Dalam kaitan mempertahankan swasembada beras bagi Kabupaten Paser menurut Irma Jaya, maka penataan ulang terintegrasi mutlak dilakukan.

Badan Perencana Pembangunan Kabupaten Paser, katanya juga harus secepatnya mencari solusi, jika perlu melibatkan Bappeda Provinsi Kaltim.

"Jangan biarkan warga petani terperangkap pada kondisi banjir yang setiap tahun melanda. Pemerintah daerah harus membuat terobosan untuk mengatasinya," ujar Irma Jaya. (*)


Pewarta: R. Wartono
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026