Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membentuk tim penanggulangan bencana hidrometeorologi guna meningkatkan penanganan potensi bencana musim kemarau di kawasan setempat.

"Tim sudah dibentuk sebagai bagian dari kesiapan meningkatkan penanganan musim kemarau," ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.

Dia mengatakan, berbagai langkah pencegahan potensi bencana yang dapat terjadi selama musim kemarau telah dijalankan dengan melibatkan pelaku usaha, pemerintahan desa dan kelurahan, tokoh agama, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan bencana musim kemarau yang melibatkan masyarakat merupakan langkah paling efektif. Menurutnya, pelaporan cepat dari warga melalui kanal yang telah disediakan juga menjadi kunci dalam penanganan bencana.

Selain itu, antisipasi dampak kesehatan disiapkan bersama pengelola rumah sakit di wilayah IKN untuk menghadapi kemungkinan kabut asap, disertai imbauan penggunaan masker bagi peserta didik di setiap sekolah.

Otorita IKN juga meminjamkan peralatan kepada pemerintahan kecamatan, desa dan kelurahan, serta mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait peralatan, operasi modifikasi cuaca, dan pemadaman kebakaran dari udara (water bombing) apabila diperlukan.

Sejumlah langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan telah disiapkan, kata dia, antara lain dengan menambah pasokan air melalui pemanfaatan air Waduk Sepaku-Semoi dengan pemasangan pipa untuk mendukung kebutuhan air.

Otorita IKN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan TNI Angkatan Udara juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menjaga pasokan air sekaligus mengurangi risiko karhutla, dan OMC menghasilkan hujan di sejumlah titik yang ditampung di Waduk Sepaku-Semoi.

"Ketersediaan cadangan air tanah terus diupayakan melalui pengeboran, saat ini dilakukan penyelidikan geolistrik sedang sebagai tahap awal dengan pengeboran direncanakan pada pekan keempat September 2026," demikian Myrna Asnawati Safitri.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026