Dari 48 tim, 30 diantaranya merupakan hasil seleksi di Samarinda, dan 18 tim lainnya merupakan hasil seleksi dari kota Balikpapan,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Sebanyak 48 tim bakal bersaing untuk memperebutkan juara wilayah Kalimantan Timur pada lokal kualifikasi Danone Nations Cup 2013 pada 2-3 Maret di Stadion Sempaja Samarinda.
Penanggung jawab pelaksana turnamen Danone Cup 2013 Mohammad Anugrah di Samarinda, Jumat, mengatakan 48 tim tersebut sudah melalui babak pra-kualifikasi di tingkat pengurus cabang sepak bola kab/kota di Kalimantan Timur yang terbagi dalam dua zona yakni Samarinda dan Balikpapan.
"Dari 48 tim, 30 diantaranya merupakan hasil seleksi di Samarinda, dan 18 tim lainnya merupakan hasil seleksi dari kota Balikpapan," terang Anugrah.
Juara dari lokal kualifikasi wilayah Kalimantan Timur ini akan diberangkatkan ke Jakarta untuk memperebutkan gelar bersama dengan 15 perwakilan provinsi lainnya pada 1-2 Juni 2013.
"Adapun juara dari Danone Nations Cup 2013 ini akan kami berangkatkan mengikuti turnamen Internasional yang tahun ini diselenggarakan di kota London Inggris pada September 2013.
Menurut Anugrah, kota Samarinda termasuk baru terpilih menyelengarakan turnamen yang sudah digeber selama 11 tahun di Indonesia, meski demikian antusiasme para peserta yang dibatasi usia dibawah 12 tahun ini cukup besar.
Maka dari itu dia berharap, pada tahun depan Samarinda yang punya fasilitas Stadion representatif ini bisa menggelar acara serupa.
"Turnamen di Samarinda ini baru pertama kali digelar, meski kita sudah menyelenggarakan even serupa sebanyak 11 di Indonesia dan 13 kali di Dunia, kami berharap pada tahun depan even seperti ini bisa dilaksanakan kembali di Samarinda," tutur Anugrah.
Sementara itu, sekum pengprov PSSI Kaltim Budi Irawan selaku panitia pelaksana mengatakan pertandingan lokal kualifikasi Kalimantan Timur dibagi menjadi 3 grup, dengan masing-masing grup terdiri dari 16 tim, dan masing-masing terdiri dari 9 pemain dan 2 cadangan.
"Pada babak awal kami menggunakan sistem setengah kompetisi, baru pada babak 16 besar menggunakan sistem gugur," urai Budi.
Menariknya kejuaraan ini hanya menggunakan pembatas usia, tanpa membedakan jenis kelamin, dengan waktu pertandingan 1x15 menit, dan untuk pertandingan final dengan durasi waktu 2x10 menit.
"Jadi untuk turnamen ini anak-anak laki-laki dan perempuan tidak ada pembedanya, dan itu dibuktikan dengan salah satu tim dari Samarinda bermaterikan pemain perempuan," jelas Budi. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.