Di Kaltim ada koridor MP3EI, zona ekonomi yang lain. Di Kaltim juga ada kawasan-kawasan ekonomi yang lain sehingga saya berharap dan menitipkan agar investor akan datang jika pekerjaan rumahnya selesai
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, meminta dunia perbankan yang ada di daerah itu memberikan dukungan terhadap sejumlah proyek yang termasuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI.

"Kaltim banyak membangun proyek yang termasuk dalam MP3EI di antaranya, Pelabuhan Maloy di Kutai Timur. Selain itu Kaltim juga akan mendukung ketahanan pangan Nasional dengan Program Food Estate dan Rice Estate. Pesatnya pembangnan yang dilakukan tersebut membutuhkan dukungan dan bantuan dari dunia perbankan," ungkap Awang Faroek Ishak pada peresmian Kantor BI Perwakilan Kaltim di Jalan Gajah Mada Samarinda, Kamis.

Awang Faroek Ishak juga meminta kalangan perbankan, baik pemerintah maupun bank-bank swasta agar dapat menghadirkan kantor cabang di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim, termasuk di wilayah perbatasan langsung dengan negara lain.

Peresmian Gedung Baru BI yang dihadiri langsung Gubernur BI, Darmin Nasution, ditandai dengan pemukulan gong dan penandatangan prasasti sekaligus penandatanganan kerja sama pembangunan Kampung Wisata Tenun Samarinda Seberang.

Beberapa indikator makro pembangunan Kaltim menurut Awang Faroek Ishak ditunjukkan dengan besaran PDRB (Product Domenstic Regional Bruto) yang terus meningkat.

Pada 2009 PDRB Kaltim tercatat Rp285,59 triliun, meningkat menjadi Rp321,90 triliun pada 2010 dan pada 2011 melonjak hingga Rp390,64 triliun.

Sementara, PDRB 2012 sampai dengan triwulan III mencapai Rp 321,77 triliun, dengan kumulatif sampai triwulan IV 2012 diperkirakan lebih dari Rp400 triliun.

PDRB Kaltim pada 2011 kata Awang Faroek Ishak menduduki posisi ke-6 nasional.

"Untuk itu saya meminta dunia perbankan baik swasta dan pemerintah untuk mendukung tumbuhnya ekonomi daerah yang berdaya saing dan pro rakyat," kata Awang Faroek Ishak.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjelaskan, inflasi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir dapat terkendali dan cenderung menurun.

Begitupun dengan inflasi di Kaltim, dijelaskannya bahwa walaupun sedikit lebih tinggi dari inlasi nasional, inflasi Kaltim juga terus menurun dan terkendali dalam tiga tahun terakhir.

"Ini menunjukkan kinerja ekonomi Kaltim memiliki daya saing dan ketahanan ekonomi yang lebih baik dari provinsi lain," kata Darmin Nasution.

"Dinamika perekonomian di seluruh Indonesia masih akan menghadapi tantangan yang cukup berat karena luasnya dimensi dan kompleksnya krisis di negara maju. Sehingga pemulihan ekonomi global memerlukan pemulihan ekonomi yang cukup lama," katanya.

Kemampuan daerah untuk memacu ekonomi lanjut Darmin Nasution sangat tergantung dari dua hal yaitu melalui kemampuan daerah untuk menggali dan memperkuat basis-basis pertumbuhan daerahnya.

Kedua adalah kemampuan daerah menggali potensi dan keunggulan daerahnya dengan melengkapi infrastruktur dasar baik yang sangat diperlukan oleh kegiatan ekonomi masyarakat dan investor.

"Di Kaltim ada koridor MP3EI, zona ekonomi yang lain. Di Kaltim juga ada kawasan-kawasan ekonomi yang lain sehingga saya berharap dan menitipkan agar investor akan datang jika pekerjaan rumahnya selesai, minimal infrastruktur dasar," ungkap Darmin Nasution.

Pada acara peresmian gedung baru BI itu, Awang Faroek Ishak juga menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, berupa tanaman Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Majalah Prestasi dan Gaya Hidup dengan cover story Gubernur Kaltim. (Humas Pemprov Kaltim/yul/adv)


Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026