Sejumlah pemilik toko bangunan yang ditemui di Kabupaten Nunukan, Jumat, menyebutkan belum ada kenaikan harga bahan bangunan khususnya semen dan lain-lainnya.
Menurut mereka, semen gresik Jatim harganya masih normal yaitu pada kisaran Rp60.000 per zak sementara harag semen tonasa Sulsel sebesar Rp70.000 per zak.
Harga berbagai jenis semen di Kabupaten Nunukan masih normal karena ketersediaan masih mencukupi dibandingkan pada waktu yang sama pada tahun sebelumnya, di mana setiap akhir tahun biasanya stok menipis akibat tidak ada suplai dari Pulau Jawa.
Pemilik Toko Bangunan "Sinar Harapan" dekat Alun-Alun Kota Kabupaten Nunukan mengatakan, ketersediaan semen saat ini masih mencukupinya dibandingkan dengan pada akhir tahun 2011 lalu.
"Memang kalau akhir tahun biasanya semen menipis di Nunukan karena banyak permintaan. Tapi sekarang ini, semen masih mencukupi dengan harga tetap seperti sebelumnya," ujar pemilik toko bahan bangunan yang menjual semen gresik asal Jarim tersebut.
Hal ini juga dibenarkan oleh Bupati Nunukan Drs Basri bahwa harga semen tetap stabil di wilayahnya berkat semen yang masuk semakin banyak dengan berbagai jenis.
Sebelumnya, lanjut Basri, setiap akhir tahun di mana musim penyelesaian proyek-proyek pemerintah terjadi kelangkaan semen yang dibarengi dengan kenaikan harga secara mendadak.
"Biasanya kalau akhir tahun seperti ini, harga semen tiba-tiba melonjak tajam akibat dari banyaknya permintaan karena kontraktor-kontraktor membutuhkan untuk merampungkan pekerjaannya," katanya.
Adanya kondisi seperti ini setiap akhir tahun, Basri mengatakan harus menyadari dan tanggap atas kebutuhan semen di wilayahnya dengan berupaya menormalkan harga.
Oleh karena itu, dia mengaku merespons keluhan masyarakatnya akibat dari tingginya harga semen setiap akhir tahun dengan berupaya mendatangkan semen dari Sulsel untuk mencukupi kebutuhan.
"Supaya harga semen tidak naik tajam setiap akhir tahun karena tingginya permintaan untuk penyelesaian pekerjaan proyek-proyek pemerintah maka saya selaku pemerintah daerah harus responsif dengan berupaya mendatangkan semen Bosowa dari Sulsel," katanya.(*)
Pewarta: M.Rusman: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.