Pertimbangannya, kata Nurjannah selaku konsultan dari PT Nusantara Citra Makassar, Rabu, adalah Kabupaten Nunukan memiliki wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dengan peluang pemanfaatan potensi yang masih relatif tinggi.
Ditetapkannya Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara sebagai lokasi pembangunan PPI dari aspek teknis, ekonomi dan finansial, kata dia, membuka peluang pengusaha Malaysia yang lokasinya berbatasan langsung dengan Nunukan, karena memudahkan mudah membeli ikan di pulau itu apabila telah dibangun PPI.
Nurjannah mengatakan, survei yang dilakukannya selama empat bulan itu dengan metode wawancara dan pengumpulan data dari instansi terkait dalam hal produksi ikan selama setahun, jumlah kapal dan lain-lainnya keberadaan lokasi sudah sangat tepat dan menguntungkan secara finansial.
Sei Pancang yang dijadikan sebagai lokasi pembangunan PPI memiliki tanah kombinasi podsolik/regosol dan alluvial/gambut serta keadaan geologis tanah liat berlempung dan mengandung batuan pasir kwarsa dan batuan liat, katanya.
Dengan adanya PPI nantinya, katanya, maka pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan tidak lagi dijual di negara tetangga Malaysia dengan ketentuan harga dapat dikendalikan minimal sama dengan harga pembelian pengusaha di negara tetangga tersebut.
Nurjannah menambahkan, pemerintah Kabupaten Nunukan dapat menyediakan fasilitas pendukung seperti air bersih, pabrik dan penampungan es, depo bahan bakar minyak, toko yang menyediakan bahan operasional penangkapan ditambah pula mendekatkan lembaga keuangan pemerintah dan milik swasta dengan nelayan.
Ia juga mengatakan pertimbangan keamanan sangat menentukan karena selama ini soal keamanan nelayan di perairan pada saat menangkap ikan tidak kondusif dengan seringnya terjadi perampokan yang dilakukan oleh bajak laut sehingga hal ini dapat diperhatikan.
"Sasaran pengembangan PPI di Pulau Sebatik sebaiknya memasukkan aspek keamanan sekitar lokasi baik di darat maupun di perairan," ujar Nurjannah saat memaparkan hasil surveinya di hadapan jajaran Pemkab Nunukan dan instansi vertikal seperti TNI AL dan Pol Air serta Administrator Pelabuhan Nunukan.
Selain itu, lanjut dia, ketersediaan sarana listrik juga sangat menentukan kelangsungan PPI nantinya sementara pembangkit listrik trenaga diesel (PLTD) Sei Nyamuk yang berkapasitas 2.470 kilowatt hanya mampu melayani 3.244 pelanggan.
Tetapi dengan adanya PLTG Sebaung dengan kekuatan 2X5 megawatt, maka ketersediaan listrik di Pulau Sebatik tidak diragukan lagi sehingga pengadaan sarana pendukung PPI nantinya dapat diwujudkan, katanya.
Pewarta: Muhammad Rusman: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.