Bila gedung SMAN3 Sangatta Utara selesai dibangun, untuk sementara yang menggunakan adalah SMAN 1 Sangatta Selatan karena gedung SMAN 1 Sangatta Selatan tidak bisa difungsikan karena masuk kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), kata Imam, Selasa.
"Gedung SMAN 1 Sangatta Selatan sebetulnya sudah ada, namun tidak bisa difungsikan karena dilarang Balai Taman Nasional TNK dan Kementerian Kehutanan RI, sehingga meski berdiri lima tahun lalu murid-muridnya masih menumpang di Gedung SMP Negeri 1 Sangatta Selatan," ujarnya.
Dijelaskan, Gedung SMA N 1 Sangatta Selatan yang terletak di Silpaduta Masabang, tidak bisa dilanjutkan pembangunannya, karena statusnya dalam TNK.
Pemkab juga kesulitan membangun sekolah di lahan tujuh desa Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Teluk Pandan, karena tidak diperbolehkan membangun fisik menggunakan dana APBD dan APBN sehingga mencari lahan lain di Sangatta Utara.
Karena tuntutan pihak sekolah, orang tua murid, makanya Pemkab Kutai Timur mencari alternatif agar bisa membangun gedung baru untuk ana-anak SMAN 1 Sangatta Selatan tetapi lokasinya diperbatasan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
"Lahannya sudah dibebaskan seluas enam hektare dan pelaksanaannya dimulai tahun 2013 dua tingkat lengkap dengan fasilitas sarana dan prasarana," kata Imam.
Akan adada 12 ruang belajar, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan sekolah, laboratorium komputer dan faslitas lain termasuk lapangan olahraga dan lapangan upacara.
Nanti kalau Balai TNK dan Kemenhut RI sudah memperbolehkan membangun di dua kecamatan, kegiatan belajar mengajar SMA 1 Sangatta Selatan dikembalikan ke Sangatta Selatan.
Anggaran yang digunakan untuk membangun SMA3 Sangatta Selatan diharapkan bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan sebagian bersumber dari APBD II Kutai Timur melalui dana aspirasi anggota DPRD, namun belum diketahui besarannya sebab masih di bahas badan anggaran legislatif bersama eksekutif.
Rencana pembangunan gedung baru ini disambut positif para guru SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, karena memang selama ini hanya menumpang di SMP Negeri 1 Sangatta Selatan.
"Kami sejak lama sudah berharap agar ada solusi lain, sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai harapan. Syukurlah kalau tahun 2013 mulai di realisasikan," kata Abu Fakih, seorang guru SMA1 Sangatta Selatan.
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.