Tenggarong  (ANTARA Kaltim) - Alur Sungai Mahakam di sekitar Jembatan Kartanegara yang runtuh pada 26 November 2011, mulai Minggu pukul 12.00 Wita, ditutup untuk sementara waktu selama proses pengerjaan perobohan pylon jembatan itu.

Bupati Kutai Kartenagara Rita Widyasari, Minggu, meminta warga setempat selaku pengguna alur Sungai Mahakam dapat memaklumi dan bekerja sama terkait penutupan alur itu.

"Hapar maklum keadaan ini, upaya ini demi kepentingan bersama. Mari bekerja sama untuk mendukung kegitan ini agar jembatan baru segera dibangun setelah pylon dirobohkan," imbaunya saat ditemui di lokasi pengerjaan perobohan pylon atau pilar sisi Tenggarong.

Menurut Rita, berdasarkan peninjauan teknis, akan sangat berbahaya jika alur pelayaran tetap dibuka, karena resiko atau hal buruk akan tetap ada saat upaya perobohan pylon tersebut.

"Kalau tetap dibuka dan terjadi musibah lagi maka akan menimbulkan masalah lagi, selain itu dapat menghambat upaya perobohan," katanya.

Rita mengtakan perobohan pylon ini harus segera dilakukan, karena semakin cepat dibersihkan sisa jembatan yang ada, maka semakin segara pula proses pembangunan jembatan yang baru ditempat yang sama.

Pasalnya, ujar dia, jembatan baru sangat dibutuhkan. Sejak ambruk 26 November 2011, aktivitas masyarakat termasuk perekonomian terganggu karena jembatan tersebut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Tenggarong dan sekitarnya.

Untuk itu, Rita mengatakan selama belum ada pemberitahuan tentang dibukanya kembali alur sekitar Jembatan Kartanegara, ia berharap pengguna alur dapat memaklumi keadaan tersebut.

Proses perobohan pylon Jembatan Kartanegara akan dikerjakan oleh kontraktor yakni PT Hutama Karya (HK) dalam waktu sekitar 10 hingga 14 hari.  (*)



Pewarta: Hayru Abdi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026