Ketua PAC PDIP Kecamatan Bengalon, Rusdianto, Minggu, mengatakan, Pasar Tradisional Setia Mandiri digagas sejumlah kader PDIP Bengalon melalui kerja sama dengan para tokoh masyarakat desa pada pertengahan 2011.
"Karena gagasan itu didukung tokoh masyarakat, para Kader langsung bekerja dengan ikhlas dan suka rela merealisasikan pembangunan pasar di atas areal seluas 30 meter kali 50 meter yang merupakan hibah dari salah seorang tokoh masyarakat," kata Rusdianto.
Menurut Rusdianto, tokoh masyarakat pemilik lahannya dan kader PAC PDIP Bengalon yang bekerja dengan mengumpulkan bahan untuk mendirikan petak-petak pasar kecil berukuran 2 X 3 meter dengan beratap terpal.
Setelah selesai langsung diumumkan kepada masyarakat yang ingin berjualan, syaratnya cukup mendaftar tidak dipungut biaya bisa berjualan.
"Hanya beberapa hari dua puluh petak langsung terisi pedagang berbagai jenis dan sekarang sudah terisi 60 lebih petak dagangan berbagai jenis usaha," kata Rusdianto didampingi Indrawati, Wakil Ketua PAC PDIP Bengalon.
Indrawati menambahkan, pihaknya berinisiatif mendirikan pasar tradisional di Sepaso Barat, karena selama ini warga sekitar jika mencari kebutuhan harus ke Sepaso Induk yang jaraknya cukup jauh dan transportasi sulit.
Selain itu juga, menurut PAC PDIP, jika ada pasar walaupun tradisional, akan meningkatkan ekonomi dan penghasilan masyarakat karena perputaran uang pasti terjadi.
"Pasar ini mulai maju karena awalnya hanya sampai siang saja, sekarang bisa berjualan sampai malam, bahkan sudah banyak pedagang yang tidur dan tinggal di pasar ini," kata Indrawati yang tetap aktif mengawasi kegiatan pasar.
Ruslan (55 tahun), salah satu pedagang di pasar Setia Mandiri mengatakan, salut dengan gagasan PDIP Bengalon dengan mendirikan pasar tradisional itu.
"Kami senang adanya pasar ini bisa berjualan sejak awal dibuka tahun 2011 dan akan tetap membuka jualan sayuran dan sembako," kata Rusli ditemani istrinya, Suliani (46 tahun).
Rusli mengatakan, sejak dibuka pertama, warga langsung rebutan tempat, sekarang sudah 60 lebih dan masih banyak yang berminat.
"Dulu hanya ada pedagang kecil-kecilan, sekarang sudah macam-macam jualan, segala kebutuhan hari-hari sudah ada di sini. Bahkan, sejak seminggu lalu, kami bisa berjualan malam karena listrik sudah ada, semoga maju terus pasar ini," kata Ruslan. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.