Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendatangkan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan COVID-19 senilai Rp9,5 miliar.
 

Pengadaan peralatan medis tersebut dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim melalui Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2020.

Gubernur Kaltim Isran Noor, Jumat mengatakan, APD dikirim dari Jakarta ke Samarinda menggunakan empat armada penerbangan, tiga pesawat Air Asia Indonesia dipimpin Pilot Capt Iwan Setiawan dan satu unit dari PT My Indo Airlines.

"APD yang didatangkan adalah fasilitas penunjang penanganan COVID-19 di Kaltim," kata Isran Noor di Samarinda.

Ia mengatakan APD yang telah datang berupa handsanitizer, pakaian kerja maupun baju Hazmat hingga masker dan cairan disinfektan.

"Semua APD ini ditujukan untuk membantu penyelenggaran penanganan COVID-19," kata Isran Noor.

Menurut Isran, kehadiran peralatan APD ini berkat dukungan dan kerja sama dengan BNPB Pusat.

Karena, untuk mengetahui kelayakan APD yang wajib digunakankan adalah sesuai standar BNPB Pusat maupun Satgas COVID-19 Pusat.

"Barang yang didatangkan sesuai dengan batas kemampuan BPBD Kaltim, Selanjutnya segera didistribusikan ke Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kaltim. Terutama yang masih terjadi lonjakan kasus,"jelasnya.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kaltim Yudha Pranoto menjelaskan, kedatangan peralatan kesehatan itu dilakukan secara bertahap hingga beberapa hari ke depan.

"Sebagian barang akan dititipkan sementara di Gudang Hanggar Bandara APT Pranoto," kata Yudha yang juga menjabat Kepala BPBD Kaltim. 
 

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020