Plh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur, Surono mengharapkan dalam perencanaan pembangunan desa hendaknya menjadikan Indek Desa Membangun (IDM) sebagai basis data  sesuai level masing-masing.
 

“Saya berharap IDM menjadi basis data perencanaan pembangunan, ditetapkan sesuai level masing-masing, baik provinsi, kabupaten, maupun desa,”katanya.saat membuka Kegiatan Temu Pengelola Sarana dan Prasarana Air Minum dan Sanitasi Terbangun (Pelaras), di Aula Desa Seniung Jaya, Paser Belengkong, Paser, Kamis (22/10).

Dia menyebutkan ada 52 indikator terkait penilaian IDM. Indikator yang dianggap lemah harus disasar, diselesaikan untuk dapat meningkatkan status IDM desa.

Surono mengatakan siap memfasilitasi , membedah indikator yang perlu disasar sesuai kewenangan masing-masing. Misalnya belum tersedia puskemas atau PAUD bisa disasar perlakuan saran kegiatan agar indikator tersebut bisa mendongkrak level IDM.

Menurutnya pada saatnya tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal di Kaltim. Jika target DPMPD dalam RPJMD Kaltim 2019-2023 meningkatkan status IDM 150 desa dari 518 desa berstatus sangat tertinggal dan tertinggal dari 841 desa. Capaiannya lebih dari target dengan sinkronisasi program kegiatan secara berjenjang.

“Semoga kucuran Dana Desa yang terbilang besar bisa digunakan menyentuh itu. Begitu pula dengan kegiatan provinsi dan kabupaten yang menyasar desa diharap mengarah sasaran tersebut," katanya.

Surono menambahkan IDM bukan tujuan utama, melainkan sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
 

Pewarta: Arif Maulana

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020