Perdagangan luar negeri (ekspor-impor) Provinsi Kalimantan Timur dari dan ke sejumlah negara periode Januari-Februari 2020 mengalami surplus mencapai 2,03 miliar dolar AS, setara dengan Rp30,59 triliun jika rata-rata 1 dolar sama dengan Rp15 ribu.


"Surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor ke sejumlah negara tujuan sebesar 2,47 miliar dolar, dikurangi biaya impor dari negara-negara penghasil senilai 435,64 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono dihubungi di Samarinda, Rabu.

Komoditas yang diekspor Kaltim sebesar 2,47 miliar dolar AS itu berupa migas yang terdiri atas hasil minyak senilai 38,32 juta dolar, kemudian ekspor gas senilai 283,39 juta dolar.

Berikutnya adalah ekspor nonmigas yang di dalamnya ada hasil tambang dengan nilai 1,91 miliar dolar, hasil industri 241,33 juta dolar, hasil pertanian 1,92 juta dolar, hasil industri 117,74 juta, dan ekspor hasil pertanian senilai 1,64 juta dolar.

Sedangkan komoditas yang diimpor dari negara penghasil dengan nilai 435,64 juta dolar, antara lain berupa migas yang di dalamnya ada minyak mentah dengan nilai 202,15 juta dolar, kemudian hasil minyak senilai 45,91 juta dolar AS.

Untuk komoditas nonmigas, lanjutnya, sejumlah barang yang diimpor Kaltim antara lain hasil tambang tercatat 230 ribu dolar, hasil industri sebesar 187,35 juta dolar, dan impor hasil pertanian hanya 10 ribu dolar AS.  

Ia melanjutkan, pada negara-negara tujuan ekspor oleh Kaltim pada Januari-Februari 2020, untuk migas antara lain ke Jepang sebesar 139,67 juta dolar, ke China 92,48 juta dolar, dan ekspor migas ke Malaysia tercatat 23,73 juta dolar.

Ekspor nonmigas antara lain ke China sebesar 627,79 juta, ke India 474,18 juta, ke Jepang 216,73 juta, ke Filipina 163,08 juta dolar, dan ekspor ke Korea Selatan sebesar 110,49 juta dolar AS.

Sementara impor migas antara lain dari Nigeria tercatat 202,15 juta dolar, dari Singapura 3,69 juta dolar, dari Malaysia 18,52 juta dolar, dari China 400 ribu dolar, dan impr migas dari Amerika Serikat tercatat 70 ribu dolar AS.

"Untuk impor nonmigas antara lain dari Singapura 20,16 juta dolar, China 21,88 juta dolar, Amerika Serikat 28,65 juta dolar, Jerman 9,17 juta dolar, Venezuela 4,09 juta dolar, Jepang 7,15 juta dolar, dan impor nonmigas dari Malaysia sebesar 27,83 juta dolar AS," kata Anggoro.

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020