Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor melantik Pengurus Asosiasi Pasar Batubara Domestik (APBD) Kaltim periode 2019-2023 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.
 

Ia menyambut baik dan mengapresiasi terbentuk dan dilantiknya perhimpunan pelaku usaha "emas hitam" di Kaltim.

Dia berharap asosiasi tersebut dapat bersinetgi dengan program pemerintah daerah dalam rangka memberikan manfaat yang besar bagi rakyat.

"Memang selama ini hasil batu bara belum banyak berperan dan memberikan manfaat bagi rakyat Kaltim. Padahal komoditas ini sangat mempengaruhi dalam produk domestik regional bruto (PDRB) daerah," kata Isran Noor.

Isran juga meminta pengurus asosiasi ini dapat mengawasi distribusi batu bara keluar daerah, sehingga daerah memiliki kekuatan moral dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat, terutama dari pengelola batu bara.

Selain itu, Isran juga meminta realiasi CSR perusahaan batu bara harus transparan, sehingga pemerintah daerah mengetahui berapa besaran CSR yang diberikan perusahan pemilik izin batu bara.

"Kita harapkan pengurus asosiasi bisa mengawal itu semua. Sehingga pengelolaan SDA ini dapat memberikan manfaat besar bagi rakyat Kaltim," katanya.

Sementara Ketua APBD Kaltim Dahri Yasin menjelaskan, terbentuk asosiasi ini dapat mengawal perdagangan batu bara dari Kaltim ke luar daerah bahkan luar negara.

Dahri berharap melalui asosiasi yang dipimpinnya bisa membawa peruabahan khususnya aspek manfaat bagi masyarakat Kaltim.

"Jangan masyarakat hanya menerima debu batubaranya saja, sementara kesejahteraannya tidak pernah disentuh," kata Dahri Yasin.

 

 

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2019