Balikpapan  (ANTARA News Kaltim) - Pakar reklamasi tambang dari Centre for Mined Land Rehabilitation (CMLR, Pusat Rehabilitasi Lahan Tambang) Universitas Queensland, Australia, Profesor David Mulligan dijadwalkan hadir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/3).

"Dr David Mulligan akan berbicara dalam simposium sehari tentang rehabilitasi lahan tambang di Indonesia," kata Petrus Gunarso PhD, direktur Program Tropenbos International Indonesia Programme (TBI) Indonesia.

Profesor Mulligan adalah direktur dari pusat rehabilitasi tersebut sejak 1997.

Ia aktif terlibat dalam upaya-upaya konservasi di Indonesia, China, Cile, Filipina, dan Korea Selatan.

Karena konsistensinya di bidang reklamasi tambang, Mulligan dianugerahi penghargaan Australian Minerals and Energy Environment Foundation Excellence Award pada tahun 1998.

Di negerinya, Mulligan juga dikenal sebagai pengembang buku pegangan Rehabilitasi Tambang (Mine Rehabilitation) yang diterbitkan pemerintah Australia, buku yang digunakan untuk mencapai tujuan pengembangan tambang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Seperti disebutkan laman resmi CMLR (cmlr.uq.edu.au), "Dia terlibat dalam lebih dari 100 penelitian, baik sudah selesai maupun sedang berlangsung, di Australia maupun di belahan dunia lain.

Kegiatan-kegiatan itu disponsori antara lain BHP Billiton Mitsubishi Alliance (BMA), Rio Tinto Coal Australia, Rio Tinto Alcan, Sibelco Australia, Newmont Asia Pacific, Barrick Gold, Xstrata Copper, Xstrata Zinc, Wesfarmers Curragh, Centennnial Coal, Beach Energy, Australian Coal Association, dan Australian Research Council.

Tropenbos adalah lembaga nirlaba yang peduli pada persoalan lingkungan, terutama kehutanan. Tropenbos Kalimantan berkantor di Gedung Inhutani, Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan.

Tropenbos menggelar simposium ini bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Environmental, Leadership and Training Initiative (ELTI), sebuah lembaga di bawah Universitas Nasional, Singapura.

Menurut Gunarso, simposium diadakan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat dan banyak pihak akan dampak negatif dari dengan maraknya pertambangan terutama di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, juga Kalimantan Tengah, dan banyak daerah lain di Indonesia.

"Simposium ini akan memberikan informasi lengkap mengenai adanya ilmu pengetahuan dan teknologi reklamsi serta rehabilitasi lahan bekas tambang, baik yang dikembangkan di dalam negeri maupun telah lama dipraktikkan di luar negeri," sambung Gunarso.

Akan turut dikupas berbagai macam peraturan dan perundangan tentang rehabilitasi lahan dan reklamasi tambang.

Untuk itu, Tropenbos akan menghadirkan sejumlah pejabat terkait yang berkompeten seperti Dr Bedjo Santosa, direktur Rehabilitasi Lahan dan Hutan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Akan berpresentasi pula tambang-tambang besar batubara di Kalimantan Timur tentang program reklamasi mereka, yaitu Kaltim Prima Coal (KPC), PT Kitadin, dan Berau Coal. PT Kitadin memiliki tambang dalam di wilayah operasinya di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Simposium akan dilangsungkan di ballroom Hotel Le Grandeur, Balikpapan.

Panitia menyebar undangan kepada pejabat pemerintah, pengusaha pertambangan, praktisi tambang, hingga kalangan lembaga swadaya masyarakat seperti LSM Stabil di Balikpapan dan Kahar Al Bahri dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur.

Al Bahri, yang populer di kalangan teman-temannya penggiat LSM sebagai Oca, bersama dengan lembaga yang dipimpinnya yaitu Jatam dikenal sangat vokal mengkritisi pertambangan, baik dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, hingga praktik-praktik pertambangan yang dilakukan oleh swasta.  (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012