Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran sekitar Rp203 miliar pada APBN 2015 untuk mempercepat pembangunan di pulau-pulau kecil dan terluar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Saat ini fokusnya ke pulau-pulau terluar yang berpenghuni dan jumlahnya ada 31 pulau. Terdapat sekitar 300.000 penduduk yang tinggal di pulau-pulau terluar tersebut," kata Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ridho Batubara di Balikpapan, Kamis.

Data KKP mencatat saat ini terdapat 92 pulau terluar di seluruh wilayah Indonesia, sebanyak 61 pulau di antaranya tidak berpenghuni.

Di pulau-pulau terluar yang berpenghuni, lanjut Ridho, pemerintah melalui KKP akan membangun sarana transportasi, berupa dermaga sistem "Jetty" yang bisa mengikuti ketinggian permukaan air laut, baik saat pasang maupun surut.

"Kami akan buatkan dermaga sehingga penumpang kapal bisa mudah turun dan naik ke kapal atau perahu. Biaya pembuatan satu dermaga sekitar Rp8 miliar," ujarnya.

Dengan adanya dermaga tersebut, Ridho berharap layanan jasa transportasi kapal dan perahu bisa lebih berkembang, selain juga mempercepat distribusi barang yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, KKP juga mengupayakan pengadaan air bersih bagi masyarakat di pulau-pulau tersebut, termasuk mengkaji pengolahan air laut menjadi air tawar (desalinasi), terutama di wilayah yang jarang mengalami hujan.

Kemudian bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), KKP akan mengupayakan pengadaan energi listrik di pulau-pulau terluar itu. Sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun jalan dan infrastruktur penting lainnya.

Hingga kini, menurut Ridho, beberapa pulau terluar seperti Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kaltim, penduduknya sudah menikmati listrik yang dibangkitkan dengan tenaga sinar matahari.

"Dengan Kementerian Kominfo, kami mengupayakan pembangunan menara telekomunikasi selular untuk memudahkan sarana komunikasi dan memecah keterisolasian," jelasnya.

Di luar itu, masih ada program kelanjutan tahun 2014, yaitu penempatan fasilitator ke pulau-pulau terluar berpenghuni. Pada tahun ini rencananya ditugaskan 25 orang fasilitator yang disebar ke 25 pulau terluar.    (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015