Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan  melalui Dinas Perdagangan (Disdag)  segera menata ulang para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membuka lapak-nya di halaman pasar tradisional Pandan Sari Balikpapan.

"Kami dengan pedagang itu sudah ada kesepakatan untuk melakukan penataan sebelum memasuki bulan Ramadan," kata Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar di Balikpapan, Selasa (20/2).

Haemusri menjelaskan, PKL ini direncanakan-nya akan di masukan kembali ke dalam pasar,  Disdag rencana bakal mengundi untuk petaknya yang mencapai sebanyak 146 petak.

"Pengundian itu dilakukan 25 Februari nanti," sebut Haemusri.

Dia menegaskan, penataan ini khusus PKL yang berada di dalam kawasan atau di halaman Pasar Pandan Sari, sedangkan yang berada di luar kawasan akan dilakukan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan.

"Penertiban itu agar kawasan Pasar Pandan Sari tidak kumuh," ujarnya.

Sementara itu, terkait rehabilitasi besar di Pasar Pandan Sari masih belum ada anggarannya untuk di tahun ini.

"Anggaran yang ada hanya untuk pengecoran halaman pasar yang becek," katanya.

Haemusri menuturkan dalam penataan  Disdag juga mengakomodir pedagang ikan yang berada di halaman pasar dengan membuatkan tempat jualan di kawasan tengah pasar dengan menutup bagian atas saluran drainase.

“Itu khusus pedagang ayam mereka mau pindah kalau diakomodir dan untuk itu kami fasilitasi tempatnya. Setelah semua pedagang pasar masuk ke dalam, barulah penertiban akan kita lakukan diawal Maret,” tegasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Balikpapan,  Izmir Novian Hakim mengatakan, Satpol PP akan mendirikan pos permanen yang berada dalam kawasan Pasar Pandan Sari. 

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah masuknya PKL liar ke dalam kawasan pasar,” ucapnya.

Diakuinya, pembangunan posko permanen tersebut bukan untuk yang pertama kalinya, sebelumnya posko serupa juga sempat dibangun namun untuk penanganan COVID-19.

"Maka pelaksanaannya tidak efektif," ujar Izmir.

Di posko permanen yang ada di Pasar Pandan Sari itu, nantinya berisikan gabungan seluruh personil petugas, baik TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan.

"Maka fokus utamanya tidak hanya PKL, parkir sembarangan juga jadi fokus kami. Dishub juga akan melakukan rekayasa parkir,” jelasnya.

Pihaknya juga akan menertibkan sejumlah toko yang disinyalir menyewakan halaman ruko-nya untuk kemudian dimanfaatkan sebagai tempat berjualan pedagang.

“Itu juga menjadi salah satu biang dari masalah, sehingga mereka merasa mendapatkan tempat berjualan di fasilitas umum,” ujar Izmir (Adv).

Pewarta: Muhammad Solih Januar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024