Pemerintah Kabupaten Paser segera bangun pabrik minyak goreng di Desa Bukit Seloka Kecamatan Long Ikis pada November depan.

“Saat ini pengadaan alat dan bangunan sudah masuk tahap perencanaan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser Yusuf, di Tanah Grogot, Selasa (10/10). 

Ia mengatakan pembangunan pabrik minyak goreng merupakan kebijakan hilirisasi kelapa sawit yang merupakan komoditas utama masyarakat Kabupaten Paser. 

Kebijakan tersebut katanya untuk pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. 

Menurutnya untuk tahap awal, pabrik baru bisa menampung 1 ton sawit dan menghasilkan 200 liter minyak goreng. 

"Jika alat bekerja 24 jam, produksi bisa mencapai 400 liter per hari, " katanya. 

Yusuf  mengemukakan lokasi pabrik di Desa Bukit Seloka karena di daerah itu cukup tersedia bahan baku dan adanya komitmen untuk mengelola dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat.

"Ke depan dimungkinkan kegiatan usaha seperti pabrik minyak goreng dapat dilakukan di desa lain," tuturnya. 

Lanjutnya, usaha itu bisa dijalankan oleh koperasi mengingat cukup banyak sumber pendanaan yang bisa membantu lembaga ekonomi tersebut. 

“Dari Kementerian mengarahkan kegiatan usaha bisa dikelola koperasi. Namun pabrik minyak goreng yang akan dibangun ini dikelola oleh Bumdes,  pendanaannya dari Pemerintah Daerah,” katanya. 

Yusuf menambahkan koperasi merupakan lembaga ekonomi berbadan hukum yang bisa mendapatkan modal atau pendanaan dari berbagai sumber contohnya Lembaga Pengelola Dana Bergulir atau LPDB. 

 

Pewarta: R. Wartono

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023