Wakil Wali Kota Samarinda DR H Rusmadi membeberkan startegi atasi masalah sampah dan parkir  di Kota Samarinda pada program 100 hari kerja melalui dialog interaktif di Radio Suara Samarinda 91.7 FM.
 

Dialog Interaktif  yang dikemas santai tersebut ternyata menyedot perhatian para pendengar yang langsung menyimak program utama 100 hari kerja Wali Kota Samarinda DR H Andi Harun bersama Wawali DR H Rusmadi . Khususnya masalah kebersihan kota yakni kebijakan  Pemerintah Kota Samarinda  dengan memindahkan tempat pembuangan sementara (TPS) di jalan-jalan protokol kini mencuri perhatian warga.

Tak sedikit para pendengar yang menyampaikan aspirasinya via telpon pagi itu mengapresiasi langkah awal Pemkot dibawah Komando Wali Kota Andi Harun dan Wawali Rusmadi yang serius untuk urusan kebersihan kota.

“Jadi penekanan pengurangan sampah nanti melalui pemanfaatan dan pengolahan sejak dari sumbernya, sehingga sebelum dibuang sampah ini harus dipilah terlebih dahulu dari lingkup rumah tangga,”katanya.

Rusmadi pun membeberkan, jika dilangkah awal ini sudah ada 105 TPS di jalan protokol yang berhasil direlokasi dari target optimal 200 TPS.

Kedepan tambahnya, program tadi tak hanya sebatas memindahkan saja, melainkan Pemkot Samarinda tengah merencanakan pendirian tempat pengolahan modern hingga membuat sampah menjadi bernilai. Pengolahan dimaksud disebut TPS 3R. Singkatan dari reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang).

Ia menargetkan sebagai pilot project  TPS 3 R akan di bangun pada tiga lokasi yakni, dikawasan Gunung Lingai, jalan poros Samarinda-Bontang tepatnya di dekat rumah pemotongan hewan dan terakhir di wilayah Kelurahan Mugirejo.

“Kita juga menawarkan kepada warga untuk menjadi relawan lingkungan, mungkin kedepan kita akan optimalkan 10 sampai 15 rumah dalam satu RT untuk dijadikan halte sampah yang bernilai ekonomis, sehingga warga ikut terlibat dalam pengelolaannya,”jelas Rusmadi.

Dia juga mengemukakan bahwa tak hanya memikirkan masalah sampah di darat, Pemkot  Samarinda juga tengah konsen untuk memikirkan sampah yang larut di sungai dengan melakukan gerakan membersihkan Sungai Karang Mumus. Langkahnya dengan pemasangan jala atau jaring di empat jembatan.

“Hingga bulan April 2021 jumlah sampah yang terjaring tonase nya sudah mencapai 14 ton dan langkah ini terus kami pantau, Alhamdulillah kita sudah bisa memetakan dari mana sumber sampah ini berasal,”akunya.

Selain itu juga kata Rusmadi Pemkot Samarinda akan membenahi masalah parkir, mantan Kepala Bappeda provinsi Kaltim ini menjelaskan jika Samarinda memasuki babak baru dalam pengelolaan parkir. Penerapannya kini berlangsung dengan pemanfaatan teknologi.

Bahkan, Kick Off Pilot Project E-Parking di Samarinda sudah dilakukan Senin lalu. Dimana sistem pemungutan uang parkir tak lagi langsung masuk ke kantong juru parkir (Jukir) melainkan langsung online masuk ke kas daerah.

“Untuk masalah parkir ini target kita tak hanya sebatas memaksimalkan PAD saja melainkan targetnya juga parkir bisa tertib dan membuat jalan raya lancar,”ungkapnya.

Kini untuk penerapan e-parking tadi sudah dilakukan pada 10 titik lokasi, dan tak menutup kemungkinan akan terus bertambah hingga ke 246 titik.

Dialog interaktif   yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut banyak direspon  dan didukung masyarakat  terutama program Pemerintah Kota Samarinda  agar bisa terwujud.

Pada bagian akhir dialog  Rusmadi  menyampaikan statement nya, “Pemerintah saat ini terus berusaha hadir dalam memberikan kenyamanan kepada warganya di berbagai bidang pembangunan,”katanya.

Lanjut dia, kunci sukses pembangunan disini adalah gotong royong, sehingga tanggung jawabnya bukan hanya pada pemerintah melainkan melibatkan juga semua pihak termasuk warga Samarinda itu sendiri.

“Maka itu di kepemimpinan bang Andi Harun bersama saya ada namanya program pro bebaya, Kita artikan disini untuk semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan Kota Samarinda.”ujar Rusmadi.

 

Pewarta: Rhd

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021