Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi menyebutkan sangat menarik bila rencana kegiatan masyarakat yang tidak terakomodasi di APBD Balikpapan bisa diakomodasi dalam Forum CSR.

"Kalau jalan bisa bagus sekali. Ada program dari masyarakat, didanai oleh perusahaan, dan dikerjakan oleh LSM," harapan Wali Kota Rizal Effendi, Selasa (16/10). 

Forum Company Social Responsibilities atau forum tanggung jawab sosial perusahaan adalah ruang bagi para perusahaan di Balikpapan untuk berbicara dan beraksi tentang CSR.

CSR juga umumnya diartikan sebagai sejumlah dana yang disisihkan perusahaan untuk menjalankan tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar tempat usahanya tersebut.

Sebelumnya Wali Kota juga menyebutkan bahwa ada Rp4 triliun rencana kegiatan masyarakat yang tidak terakomodasi oleh APBD Balikpapan.

Perencanaan kegiatan masyarakat tersebut sebagai hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu.

Wali Kota Rizal berbicara dalam NGO Forum (Non Govermental Organization, atau Lembaga Swadaya Masyarakat) di Hotel Gran Senyiur, Selasa (16/10).

APBD Balikpapan tidak dapat mengakomodasi rencana masyarakat tersebut karena hanya senilai Rp1,8 triliun per tahun. Itu pun  hanya 65 persen yang menjadi belanja langsung ke masyarakat.

Menyambung apa yang dikatakan Wali Kota, ketua panitia pengarah NGO Forum Anto, NGO Balikpapan yang hadir di dalam forum tersebut terbagi dalam LSM yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, hingga budaya.

"Kalau sudah tahu peran dan gerak masing-masing, maka kita bisa sinergikan seluruh kekuatan ini dengan berbagi peran," kata Anto. 

NGO Forum ini juga menyediakan klinik NGO, semacam kursus singkat mengelola lembaga. Di klinik itu diajarkan bagaimana membuat program, membuat proposal, mencari lembaga dana (funding), pelaksanaan program, hingga pelaporan kegiatan dan pelaporan keuangan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa dari 40 lembaga swadaya masyarakat yang ada di Balikpapan dan hadir di acara Non Govermental Organization (NGO) Forum di Hotel Gran Senyiur, hanya 7 yang terdaftar di pemerintah kota.

NGO atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terdaftar di Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas).

"Mudah-mudahan melalui NGO Forum ini ada kesadaran dari teman-teman LSM untuk mendaftarkan diri ke pemerintah kota," kata Wali Kota Rizal Effendi di depan ratusan hadirin NGO Forum, Selasa, 16/10.

Menurut Wali Kota, dengan terdaftar di Pemerintah Kota, LSM  yang bersangkutan dapat memperluas jaringannya dan meningkatkan kapasitasnya. Pemerintah Kota juga jadi memiliki partner dan pengawas dalam menyelenggarakan kebijakan pembangunan kota.

Wali Kota Rizal juga menyambut baik penyelenggaraan NGO Forum yang disponsori oleh perusahaan penambang minyak dan gas Total Exploration and Production (E&P) Indonesie tersebut.

"Selain untuk silaturahmi, juga merupakan pengakuan dan memperjelas jati diri lembaga," kata Wali Kota Rizal Effendi.  (*)


Pewarta: Novi Abdi
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026